Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ali Baswedan: Cegah Hipertensi dengan Stop Konsumsi Sumber Garam

Sumber garam adalah salah satu biang hipertensi. Suka tak suka, menghentikan konsumsi makanan yang mengandung garam adalah solusinya.

Sabtu, 28 Januari 2023
A A
Dokter spesialis endokrin RSA UGM, Ali Baswedan. Foto databaseidionline.org.

Dokter spesialis endokrin RSA UGM, Ali Baswedan. Foto databaseidionline.org.

Share on FacebookShare on Twitter

“Semua itu merupakan sumber garam yang kandungan garamnya sangat berlebihan,” kata Ali.
Lantas, mengapa garam berbahaya bagi penderita hipertensi?

Sebab garam mengandung Natrium. Sedangkan Natrium memiliki sifat-sifat jahat untuk tubuh. Yang mengonsumsi garam secara terus menerus akan menndorong natrium masuk ke dalam sel. Saat itulah, cairan juga akan masuk sehingga mengalami overload (kelebihan) cairan. Kelebihan cairan ini membuat jantung memompa lebih kuat sehingga menaikkan tensi.

Baca Juga: JM-PPK ke Istana, Tagih Pelaksanaan Rekomendasi KLHS Kendeng dan Pengesahan RPP Karst

“Dan 60 persen yang memiliki keturunan darah tinggi sensitif terhadap garam. Sedangkan 40 persen sisanya tidak sensitif,” imbuh Ali.

Stop Sumber Garam
Badan Kesehatan Dunia atau WHO pernah mengimbau melalui siaran pers, bahwa penderita hipertensi sebaiknya mengurangi konsumsi garam kurang dari 5 gram. Tentu saja imbauan itu sulit diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita tentu tidak akan mungkin menghitung (kandungan garam),” kata Ali.

Baca Juga: Benda Misterius Melintasi Gunung Merapi, Ini Penjelasan BPPTKG

Semestinya, imbauan yang disampaikan adalah mengurangi makan gorengan, mengurangi makan kecap, serta menjauhi sumber-sumber garam lainnya.

“Jauhi makan camilan, kalau perlu dalam sepekan dikurangi dulu. Lidah dibiasakan untuk makan yang anyep (hambar) dulu,” tegas Ali.

Upaya lain yang bisa dilakukan untuk mencegah hipertensi adalah memperbaiki gaya hidup. Seperti memperbanyak gerak, mengurangi konsumsi garam, alkohol, tembakau, dan rutin teratur makan sayur dan buah.

Baca Juga: Kepulauan Talaud Kembali Diguncang Gempa Susulan di Laut Maluku

Di sisi lain, sayur dan buah sesungguhnya merupakan sumber nabati untuk natrium. Artinya, tidak makan garam dapur pun sebenarnya tidak masalah.

“Permasalahan kan hanya di lidah yang terasa anyep, karena terbiasa asin,” tukas Ali.

Sekali lagi, khusus penderita hipertensi, Ali mewanti-wanti agar pantang mengonsumsi garam.

“Jika perlu stop garam! Sebab garam sangat mengganggu kerja obat,” tegas Ali.

Jika garam masuk ke dalam tubuh, maka obat tidak bekerja dengan baik dan efektif. Ada baiknya melakukan cek tekanan darah secara rutin. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Ali BaswedanhipertensiRSA UGMsumber garamtekanan darah tinggi

Editor

Next Post
Bangunan cagar budaya Tjong A Fie Mansion di Medan, Sumatera Utara. Foto kemenparekraf.go.id.

Tjong A Fie Mansion, Bangunan Cagar Budaya Tokoh Tionghoa di Medan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media