Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Alue Dohong: Pengelolaan Hutan Indonesia Berubah Menjadi Landscape Forest Management

Jika sebelumnya pengelolaan hutan dikotak-kotakkan, kini paradigma itu diubah. Seperti apakah perubahan paradigma itu?

Minggu, 13 Maret 2022
A A
Alue Dohong. Foto menlhk.go.id.

Alue Dohong. Foto menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Wakil Menteri  Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Alue Dohong menegaskan, paradigma pengelolaan hutan di Indonesia telah berubah menjadi landscape forest management. Bahwa pengelolaan hutan harus melihat semua hal, termasuk para pemangku kepentingan, seperti masyarakat dan aspek lingkungan di sekitarnya.

“Tidak lagi terkotak-kotak pengelolaannya. Zaman dulu, masyarakat harus dikeluarkan dari pengelolaan hutan. Sekarang adalah melihat semua dalam suatu lansekap yang harus diperhatikan dan diberdayakan,” kata Alue Dohong saat ia memberikan kuliah umum di depan mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah.

Baca Juga: Pemerintah Investigasi Dugaan Kebocoran Sumur Gas di PLTP Sorik Marapi

Salah satu contohnya adalah wisata alam Danau Tambing, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Bahwa pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan menjadi pagar sosial yang turut menjaga kelestariannya.

“Pagar sosial itu sangat penting dan harus kita bangun dengan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan, pemanfaatan, dan sebagainya. Pemberdayaan ini akan membuat kawasan hutan kita tetap terjaga,” imbuh Alue Dohong.

Ada potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan. Salah satunya melalui pemanfaatan jasa lingkungan seperti ekowisata. Alue Dohong memprediksi gaya hidup masyarakat umum dalam berwisata ke depan adalah kembali ke alam.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Alue DohongHutanKLHKlandscape forest managementpemberdayaan masyarakat

Editor

Next Post
Ilustrasi cemas berlebihan. Foto Pezibear/pixabay.com.

Mengenal Test Anxiety Disorder, Cemas Luar Biasa Hingga Pingsan

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media