Minggu, 27 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengenal Test Anxiety Disorder, Cemas Luar Biasa Hingga Pingsan

Rasa cemas adalah hal biasa saat akan mengikuti ujian. Namun apabila kecemasan itu muncul berlebihan, tentu akan mengganggu. Bagaimana mengatasinya?

Senin, 14 Maret 2022
A A
Ilustrasi cemas berlebihan. Foto Pezibear/pixabay.com.

Ilustrasi cemas berlebihan. Foto Pezibear/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ujian, entah ujian kuliah, sekolah, tes wawancara kerja, atau bertanding, acapkali jadi momen menegangkan bagi sebagian orang. Ada rasa cemas, takut, dan gugup yang biasa muncul. Tentu sangat menganggu apabila kecemasan itu muncul berlebihan. Apakah sebenarnya yang tengah dialami?

“Perasaan cemas yang berlebihan perlu diwaspadai karena mengarah pada test anxiety disorder,” kata Psikolog UGM, Sutarimah Ampuni.

Baca Juga: Alue Dohong: Pengelolaan Hutan Indonesia Berubah Menjadi Landscape Forest Management

Test anxiety disorder merupakan gangguan saat level cemas sangat tinggi di tengah situasi menghadapi ujian. Orang yang mengalami test anxiety disorder merasa cemas luar biasa saat akan menghadapai penilaian. Gejalanya cukup beragam dari yang ringan hingga berat. Namun, secara umum gejala (simtom) gangguan kecemasan menghadapi ujian ini dikelompokkan menjadi tiga yakni gejala fisik, gejala kognitif dan perilaku, serta gejala emosional.

Gejala fisik antara lain  berkeringat, gemetar, jantung berdetak cepat atau berdebar, mual, perut tidak nyaman, badan menjadi dingin atau panas, bahkan pingsan. Lalu gejala perilaku dan kognitif meliputi  sulit konsentrasi, sulit berpikir, sering lupa, meragukan kemampuan atau berpikir buruk akan diri sendiri. Sementara gejala emosional diantaranya perasaan tidak berharga, putus asa, tidak berdaya, marah, bahkan ingin melukai diri sendiri.

Baca Juga: Pemerintah Investigasi Dugaan Kebocoran Sumur Gas di PLTP Sorik Marapi

Ada dua penyebab test anxiety disorder. Pertama, penyebab biologis dimana secara biologis terdapat orang-orang yang secara genetis mempunyai kecenderungan untuk merasa cemas dan memiliki kemungkinan diturunkan.

“Sebenarnya semua orang saat berada di situasi menantang ada hormon adrenalin yang dikeluarkan. Adrenalin ini meningkat saat berkompetisi untuk memacu tampil maksimal. Namun ada juga orang yang adrenalinnya muncul berlebihan sehingga menimbulkan cemas berlebih,” papar Sutarimah.

Kedua, penyebab kognitif. Kecemasan berlebih yang muncul karena pemikiran yang timbul dari pengalaman atau perjalanan hidup seseorang membuat mudah berpikir negatif akan diri sendiri  maupun takut gagal.

Baca Juga: Eksaminasi Putusan IPL Wadas: Majelis Hakim Tak Anggap Amicus Curiae Jadi Pertimbangan Putusan

“Diperparah lagi jika tidak dipersiapkan dengan baik menghadapi ujian dan ada sejarah kegagalan di masa sebelumnya,” imbuh Sutarimah.

Test anxiety disorder dapat menjadi lingkaran setan apabila tidak diatasi dengan baik. Sebab kecemasan yang berlebihan akan memengaruhi saat penilaian tidak bisa maksimal. Performa yang kurang maksimal tersebut akan berpengaruh saat melakukan  ujian atau penilaian berikutnya.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Adrenalinkecemasanmeditasipingsanpsikologtest anxiety disorderujian

Editor

Next Post
Episenter gempa Nias Magnitudo 6,7 pada Senin, 14 Maret 2022. Foto tangkap layar inatews.bmkg.go.id.

Gempa Nias Hari Ini, Daryono: Kita Patut Mewaspadai Gempa Ini

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media