Minggu, 27 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Alue Dohong: Pengelolaan Hutan Indonesia Berubah Menjadi Landscape Forest Management

Jika sebelumnya pengelolaan hutan dikotak-kotakkan, kini paradigma itu diubah. Seperti apakah perubahan paradigma itu?

Minggu, 13 Maret 2022
A A
Alue Dohong. Foto menlhk.go.id.

Alue Dohong. Foto menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Wakil Menteri  Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Alue Dohong menegaskan, paradigma pengelolaan hutan di Indonesia telah berubah menjadi landscape forest management. Bahwa pengelolaan hutan harus melihat semua hal, termasuk para pemangku kepentingan, seperti masyarakat dan aspek lingkungan di sekitarnya.

“Tidak lagi terkotak-kotak pengelolaannya. Zaman dulu, masyarakat harus dikeluarkan dari pengelolaan hutan. Sekarang adalah melihat semua dalam suatu lansekap yang harus diperhatikan dan diberdayakan,” kata Alue Dohong saat ia memberikan kuliah umum di depan mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah.

Baca Juga: Pemerintah Investigasi Dugaan Kebocoran Sumur Gas di PLTP Sorik Marapi

Salah satu contohnya adalah wisata alam Danau Tambing, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Bahwa pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan menjadi pagar sosial yang turut menjaga kelestariannya.

“Pagar sosial itu sangat penting dan harus kita bangun dengan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan, pemanfaatan, dan sebagainya. Pemberdayaan ini akan membuat kawasan hutan kita tetap terjaga,” imbuh Alue Dohong.

Ada potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan. Salah satunya melalui pemanfaatan jasa lingkungan seperti ekowisata. Alue Dohong memprediksi gaya hidup masyarakat umum dalam berwisata ke depan adalah kembali ke alam.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Alue DohongHutanKLHKlandscape forest managementpemberdayaan masyarakat

Editor

Next Post
Ilustrasi cemas berlebihan. Foto Pezibear/pixabay.com.

Mengenal Test Anxiety Disorder, Cemas Luar Biasa Hingga Pingsan

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media