Rabu, 22 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

AMAN dan KPA Mengecam Penggusuran Rumah Masyarakat Adat di Sikka

Kamis, 23 Januari 2025
A A
Rumah masyarakat adat di Sikka digusur, 22 Januari 2025. Foto Dok. AMAN.

Rumah masyarakat adat di Sikka digusur, 22 Januari 2025. Foto Dok. AMAN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Rabu, 22 Januari 2025, pihak PT. Krisrama kembali melakukan penggusuran paksa terhadap rumah, tanaman, dan pohon milik warga di lokasi hak guna usaha (HGU) Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Rabu, 22 Januari 2025. Tindakan tersebut bertepatan dengan sidang delapan orang warga yang dikriminalisasi perusahaan ini di Pengadilan Negeri Maumere dengan Nomor Perkara: 1/Pid.B/2025/Mme.

Berdasarkan siaran pers Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) tertanggal 23 Januari 2025, sejak awal penerbitan pembaruan HGU perusahaan ini melalui SK HGU Nomor 01/BPN.53/7/2023 cacat administratif, tidak clear and clean. Sebab tengah menjadi prioritas penyelesaian dan telah melanggar konstitusionalitas Masyarakat Adat Nangahale. Tindakan perusahaan menggusur masyarakat merupakan operasi ilegal.

Krisrama kepanjangan dari Kristus Raja Maumere adalah milik Keuskupan Maumere. Tindakan penggusuran paksa yang dilakukan perusahaan yang dipimpin Pastor Yan Faroca menggusur 120 unit rumah dan ratusan pohon milik warga terjadi di dua desa Nangahale dan Likong Gete.

Baca juga: Janji Komisi IV DPR Usai Pagar Laut Dibongkar, Bentuk Pansus hingga Pastikan Proses Hukum Pelaku Utama

Penguasaan tanah milik masyarakat adat secara ilegal oleh perusahaan berada di Desa Nangahale, Desa Likonggete, dan Desa Runut di dua kecamatan, yakni Kecamatan Talibura dan Kecamatan Waigete.

Berdasarkan pantauan AMAN dan KPA di lapangan, tindakan perusahaan disaksikan Pol-PP Sikka, Polres Sikka dan Personil Kodim Sikka. Namun tidak satupun dari ketiga institusi ini yang berusaha melakukan pencegahan terhadap tindakan brutal perusahaan. Bahkan aparat negara justru bersikap diam dan mengabaikan kewajiban dasar negara untuk melingungi warga negara dari tindakan sewenang-wenang.

Peristiwa tersebut telah membawa dampak serius terhadap masyarakat adat, antara lain berupa:

Baca juga: Kementerian ATR/BPN akan Batalkan Sertipikat HGB di Luar Garis Pantai

Pertama, Penggusuran dan perusakan 120 unit rumah warga hingga roboh dan rusak sehingga memaksa sekitar 200 orang termasuk perempuan dan anak-anak untuk tinggal di sekitar bekas rumah untuk bermalam.

Kedua, Penebangan ratusan pohon tanaman perdagangan, termasuk pohon pisang yang menjadi sumber penghidupan masyarakat adat.

Ketiga, Melukai satu orang warga akibat tertimpa puing material rumah.

Baca juga: Bencana Hidrometeorologi Melanda Jawa Tengah, 20 Tewas Akibat Longsor

Keempat, Pelibatan orang-orang bayaran Perusahaan dalam aksi kekerasan yang disaksikan tanpa upaya pencegahan oleh Satpol-PP Pemkab Sikka, Polres Sikka, dan Kodim Sikka.

AMAN dna KPA juga mengingatkan bahwa tindakan pihak Perusahaan maupun sikap diam aparat negara merupakan pelanggaran berat terhadap:

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: AMANKabupaten SikkaKonsorsium Pembaruan AgrariaMasyarakat Adatpenggsuran rumah masyarakat adat

Editor

Next Post
Pemerintah menghentikan pemasangan pagar laut diperairan Tangerang, Banten, 9 Januari 2025. Foto Dok. KKP.

Kata Pakar Kelautan dan Pakar Hukum Agraria Soal HGB di Laut

Discussion about this post

TERKINI

  • Dampak diberlakukannya penutupan TPA Piyungan mulai 23 Juli hingga 5 September, sejumlah tumpukan sampah mulai terlihat di Kota Yogyakarta. Foto Forpi Kota Yogyakarta.Proyek PSEL Yogyakarta Ditunda, Mengapa Konsorsium Pemenang Tender Sudah Diumumkan?
    In News
    Selasa, 21 Juli 2026
  • Ilustrasi regenerasi pohon. Foto Agnieszka/Pixabay.com.Mekanisme Regenerasi Pohon dan Nilai Spiritual Ekologis dalam Al-Qur’an
    In IPTEK
    Senin, 20 Juli 2026
  • Kebakaran di TPA Benowo di Surabaya, 19 Juli 2026. Foto Dok. DKPKP Surabaya.TPA Benowo Terbakar, Risiko Sistem Pemrosesan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 20 Juli 2026
  • Mengenal orangutan tapanuli. Foto Dok PPID Kemenlhk.Survei Terbaru Populasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli Jadi Pijakan Kebijakan Konservasi
    In News
    Sabtu, 18 Juli 2026
  • Tanah longsor di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Mei 2026. Foto BPBDKabupaten Bogor.Pulau Jawa Hadapi Tekanan Ekologis, Negara Harus Hentikan Perampasan Ruang Hidup
    In News
    Kamis, 16 Juli 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media