Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Anak Badak Sumatera Delilah Lahir 10 Hari Lebih Cepat

Kelahiran lagi anak badak sumatera menandakan lingkungan ekosistem yang baik di Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas.

Minggu, 26 November 2023
A A
Anak pertama dari induk badak sumatera, Delilah. Foto ppid.menlhk.go.id.

Anak pertama dari induk badak sumatera, Delilah. Foto ppid.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Anak badak tersebut merupakan anak pertama badak Delilah dari hasil perkawinannya dengan badak jatan, Harapan. Delilah adalah badak sumatera yang berumur 7 tahun. Induk Delilah merupakan anak kedua dari hasil perkawinan badak Ratu dan badak Andalas di SRS TNWK pada tahun 2016.

Adapun jantan Harapan lahir dari perkawinan ketiga Emi dan Ipuh di Kebun Binatang Cincinnati, Amerika Serikat pada tahun 2007. Badak Harapan mulai menempati SRS TNWK pada tahun 2015. Harapan adalah badak sumatera terakhir yang dipulangkan ke Indonesia. Sekaligus menandakan, bahwa saat ini tidak ada lagi badak sumatera selain di Indonesia.

SRS TNWK yang dikelola Balai Taman Nasional Way Kambas bersama Yayasan Badak Indonesia berlokasi di zona khusus Taman Nasional Way Kambas. Tujuan utamanya adalah menghasilkan anak-anak badak sumatera untuk mempertahankan keberlangsungan hidup spesiesnya yang terancam punah. Anak-anak badak sumatera hasil program pengembangbiakan di SRS TNWK ke depan dapat dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.

Baca Juga: Pemindahan 3 Buaya Muara dari Teritip ke Tabang Dikawal 119 Keeper

Direktur Eksekutif YABI, Jansen Manansang menambahkan, badak Delilah yang melahirkan anak pertamanya merupakan hasil dari proses perkawinan alami di SRS TNWK. Ke depan, Yayasan Badak Indonesia berkomitmen untuk membantu dan mendukung sepenuhnya program dan upaya Pemerintah Indonesia dalam upaya konservasi badak di Indonesia.

Menteri LHK Siti Nurbaya Abubakar menambahkan, dari upaya pengembangbiakan semi alami yang dilakukan, saat ini SRS TNWK telah sukses menghasilkan lima individu badak sumatera yang lahir. Meliputi Andatu (2012), Delilah (2016), Sedah Mirah (2022), anak ketiga dari Ratu-Andalas (30 September 2023) dan anak dari Delilah-Harapan (25 November 2023).

“Kami bersyukur atas kelahiran badak kelima di SRS TNWK. Kelahiran ini (anak Delilah) sekaligus menjadi kelahiran badak sumatera kedua pada tahun 2023,” kata Siti. [WLC02]

Sumber: PPID KLHK

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: badak sumateraDicerorhinus sumatrensisKLHKkonservasi badak sumateraSuaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas

Editor

Next Post
Letusan Gunung Dukono di Maluku Utara pada 27 November 2023. Foto magma.esdm.go.id.

Ketinggian Kolom Letusan Gunung Dukono Masih 1.000 Meter Lebih

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media