Senin, 23 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Antisipasi Awan Panas Susulan, Wisata Alam Merapi Tutup Sementara

Potensi bahaya luncuran awan panas Gunung Merapi hingga 7 kilometer. Tiga objek wisata alam di sana ditutup sementara.

Minggu, 12 Maret 2023
A A
Objek wisata alam Plunyon ditutup sementara pasca erupsi Gunung Merapi pada 11 Maret 2023. Foto Instagram BTN Gunung Merapi.

Objek wisata alam Plunyon ditutup sementara pasca erupsi Gunung Merapi pada 11 Maret 2023. Foto Instagram BTN Gunung Merapi.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sejumlah objek wisata alam (OWA) di Wilayah Taman Nasional Gunung Merapi ditutup sementara terhitung mulai 12 Maret 2023. Kebijakan penutupan tersebut menyusul kejadian erupsi Merapi pada 11 Maret 2023 siang yang disertai dengan rentetan awan panas.

“Dan masih ada luncuran awan panas susulan,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Muhammad Wahyudi dalam surat pengumuman tentang penutupan OWA tersebut tertanggal 12 Maret 2023.

Baca Juga: Aktivitas Megathrust Nias Simeulue Picu Gempa Dangkal Laut Singkil

Kebijakan tersebut juga mendasarkan pada siaran pers Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknolog Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada 11 Maret 2023. Bahwa status Gunung Merapi masih pada tingkat Siaga atau Level III. Sementara potensi bahaya luncuran awan panas antara 5-7 kilometer yang melewati beberapa alur sungai.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: awan panasditutup sementaraerupsi Gunung Merapiobjek wisata alamTaman Nasional Gunung Merapi

Editor

Next Post
Korban longsor Natuna yang meningggal dunia dan telah ditemukan 46 orang. Foto BNPB, pencarian korban longsor di Desa Sumber Sari, Kecamatan Banjit, Kabupayen Way Kanan, Provinsi Lampung.

Korban Longsor Natuna 46 Orang, Longsor di Lampung 2 Orang Tewas

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media