Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Antisipasi Awan Panas Susulan, Wisata Alam Merapi Tutup Sementara

Potensi bahaya luncuran awan panas Gunung Merapi hingga 7 kilometer. Tiga objek wisata alam di sana ditutup sementara.

Minggu, 12 Maret 2023
A A
Objek wisata alam Plunyon ditutup sementara pasca erupsi Gunung Merapi pada 11 Maret 2023. Foto Instagram BTN Gunung Merapi.

Objek wisata alam Plunyon ditutup sementara pasca erupsi Gunung Merapi pada 11 Maret 2023. Foto Instagram BTN Gunung Merapi.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sejumlah objek wisata alam (OWA) di Wilayah Taman Nasional Gunung Merapi ditutup sementara terhitung mulai 12 Maret 2023. Kebijakan penutupan tersebut menyusul kejadian erupsi Merapi pada 11 Maret 2023 siang yang disertai dengan rentetan awan panas.

“Dan masih ada luncuran awan panas susulan,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Muhammad Wahyudi dalam surat pengumuman tentang penutupan OWA tersebut tertanggal 12 Maret 2023.

Baca Juga: Aktivitas Megathrust Nias Simeulue Picu Gempa Dangkal Laut Singkil

Kebijakan tersebut juga mendasarkan pada siaran pers Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknolog Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada 11 Maret 2023. Bahwa status Gunung Merapi masih pada tingkat Siaga atau Level III. Sementara potensi bahaya luncuran awan panas antara 5-7 kilometer yang melewati beberapa alur sungai.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: awan panasditutup sementaraerupsi Gunung Merapiobjek wisata alamTaman Nasional Gunung Merapi

Editor

Next Post
Korban longsor Natuna yang meningggal dunia dan telah ditemukan 46 orang. Foto BNPB, pencarian korban longsor di Desa Sumber Sari, Kecamatan Banjit, Kabupayen Way Kanan, Provinsi Lampung.

Korban Longsor Natuna 46 Orang, Longsor di Lampung 2 Orang Tewas

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media