Kamis, 12 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Arief Yuwono: Perbanyak Larva BSF dalam Sampah Cegah Lalat Vektor Penyakit Berbiak

Tumpukan sampah organik yang tak lekas diurai akan menyebabkan penyakit. Kehadiran larva BSF menjadi solusi pencegahannya.

Jumat, 29 September 2023
A A
Ketua Divisi Teknik Lingkungan, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian IPB University, Prof. Arief Sabdo Yuwono. Foto X @DeptSIL_IPB.

Ketua Divisi Teknik Lingkungan, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian IPB University, Prof. Arief Sabdo Yuwono. Foto X @DeptSIL_IPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pengelolaan sampah di Indonesia terbilang masih buruk karena masyarakat masih enggan mengelola dan memilah sampah. Kualitas lingkungan dan kesehatan pun menurun akibat penyebaran bau busuk dan air lindi dari tumpukan sampah yang dibiarkan menggunung.

Sementara gundukan sampah organik akan mengundang lalat hijau, lalat biru dan lalat rumah. Ketiga jenis lalat ini merupakan vektor penyakit.

Pada 2023, Ketua Divisi Teknik Lingkungan, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian IPB University, Prof. Arief Sabdo Yuwono mengembangkan teknik pembanjiran larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai sarana pengelolaan sampah organik untuk menekan kepadatan ketiga jenis lalat tersebut. Tempat penampungan sampah dibanjiri dengan larva BSF yang ramah lingkungan untuk mencegah berbiaknya lalat vektor penyakit.

Baca Juga: Walhi: Warga Rempang Tetap Menolak Penggusuran, Pemerintah Main Klaim

“Perkembangbiakan vektor penyakit ini dihambat sehingga tempat penampungan sampah tidak lagi menjadi sarana perkembangbiakan ketiga jenis lalat tadi,” terang Arief.

Mekanismenya dimulai dari tempat penampungan sampah atau bak komposting limbah organik yang diisi larva BSF dalam jumlah relatif besar. Larva BSF akan menjadi larva mayoritas di dalam tumpukan bahan organik. Akibatnya, jumlah populasi larva jenis lain akan tertekan dan kedatangan lalat vektor penyakit akan menurun.

Larva BSF akan memberikan peningkatan kualitas lingkungan yang jauh lebih bagus. Sebab salah satu indikator sanitasi lingkungan adalah kehadiran lalat yang dinyatakan secara kuantitatif dengan indeks kepadatan lalat.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Black Soldier FlyFakultas Teknologi Pertanian IPB Universitylalat vektor penyakitlarva BSFProf. Arief Sabdo Yuwonosampah organikTempat Pembuangan Sampah

Editor

Next Post
Mural mendukung penolakan penambangan di Desa Wadas. Foto Instagram @wadas_melawan.

Warga Wadas Tolak Tanda Tangan Dokumen Pelepasan Hak Atas Tanah

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media