Rabu, 13 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Warga Wadas Tolak Tanda Tangan Dokumen Pelepasan Hak Atas Tanah

Sabtu, 30 September 2023
A A
Mural mendukung penolakan penambangan di Desa Wadas. Foto Instagram @wadas_melawan.

Mural mendukung penolakan penambangan di Desa Wadas. Foto Instagram @wadas_melawan.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah menolak menghadiri forum pelepasan hak atas tanah dan pemberian ganti kerugian pengadaan tanah untuk pertambangan. Forum itu direncanakan akan dilaksanakan di Balai Desa Wadas. Penolakan warga Wadas yang tergabung dalam Gempadewa tersebut menegaskan kembali komitmen warga Wadas dalam menjaga kelestarian alam dan keselamatannya dari rencana pertambangan batu andesit untuk Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bener.

Salah satu pimpinan Pemuda Desa Wadas, Siswanto menegaskan warga juga tidak akan menandatangani dokumen pelepasan tanah untuk pertambangan.

“Komitmen penolakan warga atas rencana pertambangan semakin menguat karena tidak ada komitmen pemerintah untuk memikirkan keselamatan warga Wadas ke depan,” kata Siswanto dalam siaran pers yang diterima Wanaloka.com pada 30 September 2023.

Beberapa tuntutan warga soal tanggung jawab pemerintah atas keselamatan warga dari ancaman dampak buruk pertambangan, memastikan jarak aman antara pemukiman dengan lokasi galian tambang, membangun jaring pengaman ekonomi warga, dan tuntutan lainnya tidak pernah dibahas secara serius. Sebaliknya, berlangsung pelanggaran HAM di mana pemerintah terus mengintimidasi dan menakut-nakuti warga untuk melepas tanahnya.

Baca Juga: Arief Yuwono: Perbanyak Larva BSF dalam Sampah Cegah Lalat Vektor Penyakit Berbiak

Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (Gempadewa), Sudiman mengatakan warga tidak akan melepaskan tanahnya untuk pertambangan. Komitmen warga Wadas untuk mengusir pertambangan dari Desa Wadas tidak pernah berubah sampai saat ini, meskipun warga terus mendapatkan intimidasi dan kekerasan dari pemerintah.

“Sejak ada rencana tambang di Wadas, warga sepakat untuk menolak. Sikap itu nggak pernah berubah sampai detik ini. Bagi kami, tambang nggak akan memberi manfaat apapun ke warga Wadas. Opo gunane oleh miliaran nek bakale mati kelungsuran watu (apa gunanya dapat miliaran kalau bakal mati kelongsoran batu),” kata Sudiman.

Dan setelah berrembug panjang bersama semua warga, akhirnya Gempadewa memantapkan sikap untuk menolak menandatangani dokumen pelepasan tanah untuk tambang.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Desa Wadasdokumen pelepasan hak atas tanahGempadewapenambangan batu andesit Desa Wadasproyek strategis nasional

Editor

Next Post
Bayi badak sumatera anank dari Ratu telah lahir. Foto Dok.PPID KLHK.

Ratu Kembali Lahirkan Bayi Badak Sumatera Ketiga di Way Kambas

Discussion about this post

TERKINI

  • Mengapati dan mendokumentasikan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 2013 dari jauh. Foto Dok. Mirzam Abdurrachman.Erupsi Dukono, Pentingnya Pemahaman Risiko dan Peringatan Dini yang Mudah Dipahami
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Salah satu jenis anggrek Merapi. Foto Dok. TNG Merapi.Anggrek Merapi, Beraroma Wangi dan Mampu Bertahan Saat Erupsi
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media