Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Arief Yuwono: Perbanyak Larva BSF dalam Sampah Cegah Lalat Vektor Penyakit Berbiak

Tumpukan sampah organik yang tak lekas diurai akan menyebabkan penyakit. Kehadiran larva BSF menjadi solusi pencegahannya.

Jumat, 29 September 2023
A A
Ketua Divisi Teknik Lingkungan, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian IPB University, Prof. Arief Sabdo Yuwono. Foto X @DeptSIL_IPB.

Ketua Divisi Teknik Lingkungan, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian IPB University, Prof. Arief Sabdo Yuwono. Foto X @DeptSIL_IPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pengelolaan sampah di Indonesia terbilang masih buruk karena masyarakat masih enggan mengelola dan memilah sampah. Kualitas lingkungan dan kesehatan pun menurun akibat penyebaran bau busuk dan air lindi dari tumpukan sampah yang dibiarkan menggunung.

Sementara gundukan sampah organik akan mengundang lalat hijau, lalat biru dan lalat rumah. Ketiga jenis lalat ini merupakan vektor penyakit.

Pada 2023, Ketua Divisi Teknik Lingkungan, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian IPB University, Prof. Arief Sabdo Yuwono mengembangkan teknik pembanjiran larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai sarana pengelolaan sampah organik untuk menekan kepadatan ketiga jenis lalat tersebut. Tempat penampungan sampah dibanjiri dengan larva BSF yang ramah lingkungan untuk mencegah berbiaknya lalat vektor penyakit.

Baca Juga: Walhi: Warga Rempang Tetap Menolak Penggusuran, Pemerintah Main Klaim

“Perkembangbiakan vektor penyakit ini dihambat sehingga tempat penampungan sampah tidak lagi menjadi sarana perkembangbiakan ketiga jenis lalat tadi,” terang Arief.

Mekanismenya dimulai dari tempat penampungan sampah atau bak komposting limbah organik yang diisi larva BSF dalam jumlah relatif besar. Larva BSF akan menjadi larva mayoritas di dalam tumpukan bahan organik. Akibatnya, jumlah populasi larva jenis lain akan tertekan dan kedatangan lalat vektor penyakit akan menurun.

Larva BSF akan memberikan peningkatan kualitas lingkungan yang jauh lebih bagus. Sebab salah satu indikator sanitasi lingkungan adalah kehadiran lalat yang dinyatakan secara kuantitatif dengan indeks kepadatan lalat.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Black Soldier FlyFakultas Teknologi Pertanian IPB Universitylalat vektor penyakitlarva BSFProf. Arief Sabdo Yuwonosampah organikTempat Pembuangan Sampah

Editor

Next Post
Mural mendukung penolakan penambangan di Desa Wadas. Foto Instagram @wadas_melawan.

Warga Wadas Tolak Tanda Tangan Dokumen Pelepasan Hak Atas Tanah

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media