Sabtu, 27 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Awan Panas Guguran Merapi Akibatkan Hujan Abu Basah di Boyolali dan Magelang

Jumat, 8 Desember 2023
A A
Awan panas guguran Gunung Merapi terpantau di Pos Babadan, Boyolali pada 23 Desember 2023. Foto Dok. Pos Babadan.

Awan panas guguran Gunung Merapi terpantau di Pos Babadan, Boyolali pada 23 Desember 2023. Foto Dok. Pos Babadan.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Inilah Aktivitas Vulkanik Gunung Api di Indonesia yang Meningkat

“Tim BPBD Magelang sudah stand by di sejumlah lokasi,” jelas Edi.

Edi juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak beraktivitas di sepanjang sungai, seperti Sungai Senowo, Sungai Bebeng dan Sungai Lamat. Mengingat hujan tengah berlangsung di wilayah puncak Gunung Merapi, sehingga dapat berpotensi terjadi banjir lahar dingin.

Hingga siaran pers ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa. Adapun proses kaji cepat lanjutan masih dilakukan oleh tim gabungan di lapangan, baik dari wilayah Boyolali maupun Magelang.

Baca Juga: Kode Penerbangan Berwarna Merah Saat Gunung Marapi Meletus

Rekomendasi PVMBG
Sementara data Magma Indonesia menyebutkan, sepanjang Jumat ini Merapi telah mengalami 39 kali gempa guguran, 14 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, 3 kali gempa Vulkanik Dangkal, dan 1 kali gempa Tektonik Jauh.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km serta Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Kemudian di sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Baca Juga: PVMBG: Erupsi Gunung Marapi Sulit Dideteksi

Rekomendasi dari PVMBG menyebutkan, pertama, masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Kedua, masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan di seputar Merapi.

Ketiga, penambangan di alur sungai yang berhulu di Merapi dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan. Keempat, pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan di daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Merapi. Kelima, jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Merapi yang saat ini di Level III (Siaga) akan segera ditinjau kembali. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: awan panas guguranBPPTKGGunung Merapihujan abuKabupaten BoyolaliKabupaten MagelangPos BabadanPos TlogoleleTim Siaga Desa

Editor

Next Post
Penampakan Humbahas pascabencana banjir bandang dan tanah longsor. Foto ppid.menlhk.go.id.

Material Banjir di Humbahas adalah Longsoran Tipe Rock Fall

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media