Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Budidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami

Sumber daya genetik, termasuk tanaman tetua, perlu terus dipertahankan melalui kebun koleksi dan program pemuliaan.

Selasa, 4 Agustus 2026
A A
Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.com

Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Buah tanpa biji sering dianggap tanda bahwa reproduksi tanaman terhenti. Pakar Pemuliaan Tanaman IPB University, Prof. Sobir menyatakan anggapan tersebut tidak tepat.

“Buah tanpa biji dapat terbentuk melalui mekanisme biologis alami tertentu maupun perlakuan buatan, sehingga tanaman tetap dapat berkembang biak dengan cara lain,” kata Sobir.

Bagaimana menghasilkan buah tanpa biji?

Salah satu contoh buah tanpa biji yang paling dikenal adalah semangka. Sobir menjelaskan, semangka tanpa biji dihasilkan melalui persilangan tanaman tetraploid dengan tanaman diploid sehingga menghasilkan tanaman triploid.

“Tanaman triploid memiliki jumlah kromosom yang tidak seimbang pada saat pembentukan gamet (serbuk sari atau sel telur), sehingga tidak mampu menghasilkan biji secara normal saat fertilisasi,” urai dia.

Meski tidak dapat menghasilkan biji, tanaman triploid tetap mampu membentuk buah, karena proses penyerbukan mengindulksi pembentukan buah. Proses pembentukan buah pun tetap memerlukan penyerbukan menggunakan polen fertil dari semangka diploid.

“Penyerbukan menginduksi pembentukan buah, tetapi karena ketidakseimbangan kromosom, biji tidak berkembang sempurna sehingga buah yang dihasilkan praktis tanpa biji,” terang Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University itu.

Selain mekanisme genetik, buah tanpa biji juga dapat terbentuk ketika penyerbukan terjadi, tetapi proses fertilisasi gagal. Penyerbukan tetap merangsang perkembangan bakal buah, sedangkan biji tidak terbentuk atau hanya menjadi biji kosong.

Buah tanpa biji juga dapat dihasilkan melalui perlakuan hormon tanaman, seperti auksin dan giberelin. Hormon tersebut mampu merangsang perkembangan bakal buah tanpa proses pembuahan.

Di Jepang, misalnya, bunga yang belum mekar dicelupkan ke dalam larutan giberelin sehingga buah dapat berkembang tanpa menghasilkan biji. Teknik serupa juga telah diterapkan pada tanaman tomat.

Apakah buah tanpa biji bisa dibudidaya?

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Buah Tanpa BijiFakultas Pertanian IPB Universitypemuliaan tanaman

Editor

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Gajah Jovi dari PLG Minas, BKSDA Riau mati karena sakit, 3 Agustus 2026. Foto Dok. BKSDA Riau.Jovi, Gajah yang Berperan dalam Mitigasi Konflik di Riau Mati
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Harimau sumatra. Foto ppid.menlhk.go.id.Putusan Sela PN Medan Dinilai Tak Pertimbangkan Penyebab Kerusakan Habitat Hutan Sumatra dengan Perusakan Lingkungan
    In News
    Senin, 3 Agustus 2026
  • Penampakan permukaan peraran Danau Toba di Sumatra Utara. Foto Thiadon/Pixabay.com.Penurunan Muka Air Danau Toba Pasca 1984 Ekstrem, Mengapa?
    In Rehat
    Rabu, 22 Juli 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media