Rabu, 24 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Bangkai Paus Sperma Dibedah Langsung di Pesisir Banyuwangi

Rabu, 3 Agustus 2022
A A
Proses identifikasi bangkai paus sperma oleh SIKIA Unair di pesisir Banyuwangi. Foto unair.ac.id.

Proses identifikasi bangkai paus sperma oleh SIKIA Unair di pesisir Banyuwangi. Foto unair.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Seekor paus sperma (Physeter macrocephalus) ditemukan terdampar dalam kondisi mati di pesisir Banyuwangi, Jawa Timur tepatnya di Pantai Warudoyong pada 1 Agustus 2022. Tim Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya diterjunkan untuk melakukan nekropsi atau pembedahan. Tujuannya untuk mengidentifikasi penyebab kematiannya. Sepekan sebelumnya, juga ditemukan bangkai mamalia air, hiu paus totol di Sungai Bogowonto, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta pada 26 Juli 2022.

Tim sudah memindahkan bangkai paus ke daratan untuk dilakukan pengamatan anatomi eksternalnya terlebih dahulu. Mengingat ada sejumlah prosedur indentifikasi yang harus dilalui, selain pengamatan eksternal, juga pengamatan organ, dan bagian lemak di bawah lapisan kulit yang dikenal dengan sebutan belibis.

Baca Juga: Hiu Paus Totol Berat 1 Ton Mati Terdampar di Sungai Bogowonto

“Pengamatan anatomi eksternal untuk melihat ada tidaknya luka dan parasit pada tubuh paus. Dan seberapa parah,” kata Ketua Tim Identifikasi SIKIA Banyuwangi UNAIR dokter hewan Aditya Yudhana.

Setelah itu dilakukan pembedahan bagian rongga perut. Pembedahan itu untuk mengetahui bisa tidaknya dilakukan pengamatan laboratorium. Beberapa organ primer yang diamati meliputi usus dan lambung untuk mengetahui ada tidaknya kontaminasi cemaran sampah plastik.

Kemudian dilanjutkan dengan pengecekan rongga dada, seperti jantung dan paru untuk mengetahui ada tidaknya penyakit bawaan yang mempengaruhi kinerja jantung.

“Kalau pengecekan pada paru untuk mengetahui suplai oksigen,” imbuh Aditya.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bangkaiBanyuwangiBKSDA Jawa Timurnekropsipaus spermapesisir BanyuwangiSIKIA Unair

Editor

Next Post
Pusat gempa Pohuwato, Provinsi Gorontalo, magnitudo 4,8 pada Rabu, 3 Agustus 2022, pukul 16.40 WIB. Foto tangkap layar bmkg.go.id.

Gempa Pohuwato Magnitudo 4,8 Guncangannya Capai III MMI

Discussion about this post

TERKINI

  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
  • Potret jejak bintang yang tampak berputar di langit. Foto Dok. BRIN.Memotret Jejak Bintang yang Tampak Berputar dengan Kamera DSLR di Timau
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
  • Ilustrasi nyamuk menggigit. Foto FotoshopTofs/pixabay.com.Anggapan Nyamuk Lebih Suka Golongan Darah O Ternyata Benar, Mengapa?
    In IPTEK
    Kamis, 18 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media