Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Bayu Dwi, Smart Farming Ajak Anak Muda Betah Mengolah Pertanian

Anak-anak muda memilih pergi ke kota agar tak mengolah pertanian adalah jamak terjadi. Bagaimana cara mengatasinya?

Sabtu, 27 Januari 2024
A A
Pengamat Pertanian, Agroklimatologi dan Perubahan Iklim UGM, Bayu Dwi Apri Nugroho. Foto Dok. UGM.

Pengamat Pertanian, Agroklimatologi dan Perubahan Iklim UGM, Bayu Dwi Apri Nugroho. Foto Dok. UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Bayu menjelaskan pengembangan teknologi digital melalui perangkat mobile juga merupakan salah satu bentuk inovasi pertanian untuk meningkatkan peluang bagi petani. Baik dalam mengakses informasi tentang komoditas pertanian dalam jangka waktu yang cepat, terutama untuk memonitor harga dan ketersediaan komoditas pertanian seperti bibit dan pupuk, informasi luas tanaman komoditas, prediksi masa panen dan sarana untuk mengumpulkan kelompok tani.

Potensi sistem pertanian digital dinilai membuka peluang besar dalam meningkatkan semangat dan kreativitas pemuda untuk terjun ke bidang pertanian. Dalam beberapa dekade terakhir, jumlah pemuda yang memilih bertani mengalami penurunan pesat.

Tidak sedikit mereka lebih memilih merantau dan bekerja di kota di sektor selain pertanian. Menyisakan generasi tua yang masih mau pergi menggarap sawah di desa. Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, permasalahan-permasalahan dalam pertanian pun tidak lagi bisa diselesaikan hanya mengandalkan sistem tradisional yang telah diturunkan secara temurun.

Baca Juga: Pemerintah Bangun 27 PLTMG untuk Konversi Diesel ke Gas

“Smart farming hadir sebagai terobosan baru metode pertanian cerdas yang memadukan teknologi sensor tanah dan cuaca dengan Agri Drone Sprayer (drone pertanian penyemprot pestisida). Teknologi ini memungkinkan petani pengguna smart farming mengakses data dari sensor maupun drone secara realtime, akurat dan nyata melalui smartphone,” jelas Bayu.

Lebih lanjut Bayu menjelaskan, pembaharuan data dapat disesuaikan dengan kebutuhan petani. Misalnya, realtime setiap 5 menit, 10 menit, 15 menit dan seterusnya. Sementara teknologi sensor yang terpasang di lahan pertanian, mampu memberikan peringatan apabila kondisi tanah maupun cuaca tidak dalam keadaan optimum.

Tak hanya data kondisi lahan, para petani juga akan mendapatkan rekomendasi tentang langkah-langkah yang harus dilakukan guna mencegah kerusakan terhadap tanaman mereka. Agri Drone Sprayer sendiri akan membantu kerja petani untuk memberantas hama dan penyakit dengan penggunaan pestisida yang lebih terukur dan presisi.

Baca Juga: Ratusan Warga Sukabumi Terancam Longsor Susulan

Penggunaan teknologi dalam pertanian diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani. Pengembangan penggunaan teknologi seperti ini sangat dibutuhkan untuk pertanian di Indonesia.

Ia menilai agriculture bisa menjadi “agri – cool – ture” dan akan menarik minat para pemuda untuk bertani. Potensi ekonomi daerah pun akan turut meningkat karena anak muda di desa tidak lagi cenderung memilih untuk meninggalkan desa dan pertanian.

“Ini memberi harapan untuk ketahanan pangan nasional. Berada di tangan para petani, masa depan pertanian Indonesia sudah seharusnya pertanian cerdas berbasis teknologi,” imbuh Bayu. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Agri Drone SprayerBayu Dwi Apri NugrohoDebat Pilpres 2024Fakultas Teknologi Pertanian UGMPemilu 2024smart farming

Editor

Next Post
Konpers soal capaian kinerja 2023 Badan Geologi, 19 Januari 2024. Foto Dok. Kementerian ESDM.

3 Rencana Program Badan Geologi 2024 dan Capaian Kinerja 2023

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media