Selama 2019 – 2022, Indonesia terus melakukan perbaikan restorasi gambut seluas 300 ribu hektare di pemegang konsesi. Selain itu, 230 desa seluas 50 ribu hektare telah diterapkan restorasi dengan melibatkan masyarakat setempat.
Berbagai pengalaman tersebut menjadi isu penting yang disepakati para pemimpin dunia saat Presidensi G20 Indonesia, di bawah kelompok kerja lingkungan dan iklim. Para pemimpin G20 mengakui ekosistem gambut penting untuk mendukung upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
“Kami berharap lokakarya ini akan mengumpulkan dan menyatukan dukungan bersama terhadap perlindungan dan pengelolaan ekosistem lahan gambut,” harap Siti.
Baca Juga: Peringati Hari Nusantara, Indonesia Harap Wujudkan Visi Poros Maritim Dunia 2023
Indonesia juga sudah bermitra dengan Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, dan Republik Peru mengambil inisiatif untuk mendirikan Pusat Lahan Gambut Tropis Internasional dengan mitra koordinasi seperti FAO, UNEP, CIFOR dan KLHK.
Indonesia berharap lokakarya ini dapat diadakan setiap tahun. Juga menjadi kesempatan berbagi pengalaman dan bertukar praktik terbaik dari negara, organisasi, sektor swasta, dan universitas.
Menteri Negara Bidang Wilayah Luar Negeri, Persemakmuran, Energi, Iklim dan Lingkungan, Inggris Raya, Lord Goldsmith mengisahkan saat mengunjungi Indonesia dan melihat langsung, ia meyakini Indonesia sedang memimpin dunia dalam perlindungan dan restorasi lahan gambut.
Baca Juga: Sumber Gempa Karangasem Bali, Sudah Terjadi 21 Kali Gempa Susulan
“Indonesia menekankan pada kebutuhan memperbaiki dan melindungi lahan gambut untuk mengurangi emisi,” kata Goldsmith dalam sambutan virtualnya.
Luasan gambut mencapai 450 juta hektare yang tersebar di berbagai negara di dunia. Dan meskipun luasannya hanya tiga persen dari permukaan bumi, lahan gambut adalah penyimpan karbon terbesar di darat sebesar 25 persen dari jumlah hutan dunia. Goldsmith mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah Indonesia dalam melindungi ekosistem gambut.
Baca Juga: Kukuh Leksono, Bencana adalah Peristiwa Hukum, Semua Berhak Dapat Layanan Kemanusiaan
“Indonesia telah mengambil keputusan sangat berani dengan menghentikan izin baru di hutan primer dan lahan gambut seluas 66 juta hectare,” kata Goldsmith.
Goldsmit menyatakan percaya Indonesia merestorasi lahan gambut lebih dari 1 juta ha dan mencetak rekor menanam mangrove seluas 600.000 ha.
“Inggris siap mendukung ambisi Indonesia untuk FoLU Net Sink 2030,” janji Goldsmit. [WLC02]
Discussion about this post