“BPBD Kota Padang bersama instansi terkait melakukan kaji cepat, pendataan, dan evakuasi warga terdampak. Tim SAR gabungan dilaporkan telah mengevakuasi sebanyak 238 jiwa. Penanganan melibatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kota Padang, Basarnas Padang, TNI/Polri, BPBD, Dinas Sosial, relawan, serta masyarakat,” kata Berton.
Dari Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Jumat, 9 Oktober 2026, menyebabkan banjir dan longsor.
Berton merinci, Desa Kala Pinang dan Desa Leme di Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, ilanda banjir dan tanah longsor. Dampak dari bencana hidrometeorlogi ini menyebabkan Jalan Nasional lintas Blangkejeren–Takengon tertutup material longsor.
“BPBD Kabupaten Gayo Lues berkoordinasi dengan instansi terkait dan melakukan asesmen untuk mengidentifikasi dampak serta kebutuhan penanganan. Tim gabungan yang terdiri atas BPBD, PUPR/HK, dan instansi terkait juga mengerahkan satu unit alat berat jenis ekskavator merek Komatsu untuk mendukung penanganan material banjir dan tanah longsor,” sebut Berton.
Sementara kondisi di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, kata Berton, air dilaporkan telah surut. Saat ini upaya pembersihan material longsor yang menutup akses jalan masih berlangsung.
“Data korban dan dampak terhadap masyarakat masih dalam pendataan. Informasi lebih lanjut akan mengikuti hasil pemutakhiran data dari pemerintah daerah dan instansi terkait,” ungkapnya. [WLC01]






Discussion about this post