Wanaloka.com – Bencana hidrometeorologi, banjir dan tanah longsor melanda dua provinsi, Sumatra Barat dan Aceh, akhir pekan lalu. Dampak bencana banjir yang terjadi menyebabkan ratusan warga terpaksa mengungsi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, bencana banjir melanda Kota Padang, Sumatra Barat, pada Sabtu, 10 Oktober 2026, dipicu hujan intensitas. Didata, banjir melanda tiga kecamatan dan enam kelurahan.
“Laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sumatera Barat per Minggu, 11 Oktober 2026, pukul 03.34 WIB, banjir belum surut dan proses pendataan serta evakuasi warga masih berlangsung,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulis pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Wilayah yang terdampak bencana banjir di Kota Padang, tersebar di Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. BPBD Kota Padang mengungkapkan, sebanyak 672 jiwa dilaporkan mengungsi di Kecamatan Kuranji, tepatnya di Kelurahan Kuranji.
Para pengungsi tersebar di tiga lokasi, yakni tenda pengungsian Lapau Munggu dan rumah warga sebanyak 367 jiwa, Mushalla Ar Ridwan Kampung Tangah sebanyak 250 jiwa, serta Warung Jembatan Guo sebanyak 55 jiwa. Data warga terdampak dan pengungsi tersebut masih dalam proses pendataan dan pemutakhiran.
Dampak kerusakan, pendataan sementara mencatat satu unit rumah rusak berat dan empat unit rumah rusak sedang. Selain itu, sekitar 120 unit rumah dilaporkan terdampak banjir. Banjir juga menyebabkan akses jalan di wilayah Kuranji, tepatnya di sekitar lokasi PDAM daerah Guo, terputus sehingga menghambat akses menuju wilayah terdampak.






Discussion about this post