Hingga saat ini, prioritas utama adalah keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pelayanan kesehatan bagi kelompok rentan di lokasi pengungsian.
BPBD Kabupaten Tegal bersama instansi terkait terus melaksanakan operasi tanggap darurat, meliputi evakuasi warga ke lokasi aman, pendirian dan operasional dapur umum dengan penyiapan sekitar 1.050 porsi makanan, serta distribusi logistik yang dilaksanakan satu pintu melalui Pos Lapangan di Balai Desa Padasari.
Saat ini, Posko Penanganan Bencana tetap aktif dengan pengoperasian klaster pengungsian, logistik, kesehatan, operasi SAR, pendidikan, serta sarana dan prasarana. Layanan kesehatan dilakukan melalui pos kesehatan dan mobile check-up, sementara pemenuhan air bersih dilakukan dengan perbaikan jalur pipa oleh PDAM dan Pamsimas serta suplai air bersih menggunakan truk tangki.
Baca juga: Gajah Mati Tanpa Kepala di Riau, Indikasi Kuat Tindak Pidana Perburuan Liar
Langkah lanjutan berupa penyiapan hunian sementara dan perbaikan infrastruktur terdampak masih menunggu rekomendasi teknis dari Badan Geologi terkait tingkat keamanan lahan. Opsi penanganan menengah yang dipertimbangkan meliputi pemanfaatan lahan Perhutani, sewa lahan milik masyarakat, serta kemungkinan relokasi atau penempatan kembali warga ke lokasi asal apabila dinyatakan aman.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan bencana hidrometeorologi, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. [WLC02]






Discussion about this post