Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya

Dalam jangka pendek, sebagian orang yang menjalani program diet ini bisa mengalami penurunan berat badan yang cepat, tetapi bukan akibat penurunan lemak yang sehat.

Minggu, 8 Februari 2026
A A
Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.

Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Diet karnivora yang hanya mengandalkan konsumsi pangan hewani tanpa asupan nabati dinilai tidak aman dan tidak disarankan. Mengingat pola makan ekstrem ini berisiko menimbulkan berbagai masalah kesehatan, terutama jika dijalani dalam jangka panjang.

“Diet karnivora tidak direkomendasikan karena bertentangan dengan prinsip dasar gizi seimbang. Tidak aman untuk populasi umum,” kata Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Prof. Sri Anna Marliyati.

Ahli food science-nutrition tersebut menuturkan, mungkin diet ini dapat diterapkan sementara pada individu tertentu dengan pengawasan medis ketat. Dalam jangka pendek, sebagian orang yang menjalani program diet ini memang bisa mengalami penurunan berat badan yang cepat.

Namun ia mengingatkan, hal tersebut lebih banyak disebabkan berkurangnya cadangan glikogen dan cairan tubuh.

“Bukan akibat penurunan lemak yang sehat,” ucap dia.

Baca juga: Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia

Adaptasi metabolik pada fase awal diet karnivora sering kali disertai keluhan seperti kelelahan, konstipasi, bau napas, hingga kram otot. Bahkan dalam jangka Panjang, risikonya bisa jauh lebih serius karena diet ini sangat tidak seimbang secara zat gizi.

“Hampir pasti terjadi defisit serat, vitamin C, folat, dan berbagai fitokimia,” ungkap dia.

Pola makan ini bertentangan dengan pilar utama gizi seimbang yang menekankan konsumsi pangan beragam. Mengingat tidak ada satu jenis makanan yang mengandung semua zat gizi, sehingga setiap individu perlu makan beragam jenis pangan untuk saling melengkapi.

Memicu ketosis

Terkait klaim diet karnivora efektif membakar lemak melalui mekanisme ketosis, Sri Anna mengakui kondisi tersebut memang bisa terjadi. Diet karnivora dapat memicu ketosis karena asupan karbohidrat hampir nol, sehingga tubuh meningkatkan penggunaan lemak sebagai sumber energi.

Baca juga: Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Diet KarnivoraFakultas Ekologi Manusia IPB UniversityIsi PiringkuPola Makan Gizi Seimbang

Editor

Next Post
Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.

Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media