Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya

Dalam jangka pendek, sebagian orang yang menjalani program diet ini bisa mengalami penurunan berat badan yang cepat, tetapi bukan akibat penurunan lemak yang sehat.

Minggu, 8 Februari 2026
A A
Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.

Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Diet karnivora yang hanya mengandalkan konsumsi pangan hewani tanpa asupan nabati dinilai tidak aman dan tidak disarankan. Mengingat pola makan ekstrem ini berisiko menimbulkan berbagai masalah kesehatan, terutama jika dijalani dalam jangka panjang.

“Diet karnivora tidak direkomendasikan karena bertentangan dengan prinsip dasar gizi seimbang. Tidak aman untuk populasi umum,” kata Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Prof. Sri Anna Marliyati.

Ahli food science-nutrition tersebut menuturkan, mungkin diet ini dapat diterapkan sementara pada individu tertentu dengan pengawasan medis ketat. Dalam jangka pendek, sebagian orang yang menjalani program diet ini memang bisa mengalami penurunan berat badan yang cepat.

Namun ia mengingatkan, hal tersebut lebih banyak disebabkan berkurangnya cadangan glikogen dan cairan tubuh.

“Bukan akibat penurunan lemak yang sehat,” ucap dia.

Baca juga: Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia

Adaptasi metabolik pada fase awal diet karnivora sering kali disertai keluhan seperti kelelahan, konstipasi, bau napas, hingga kram otot. Bahkan dalam jangka Panjang, risikonya bisa jauh lebih serius karena diet ini sangat tidak seimbang secara zat gizi.

“Hampir pasti terjadi defisit serat, vitamin C, folat, dan berbagai fitokimia,” ungkap dia.

Pola makan ini bertentangan dengan pilar utama gizi seimbang yang menekankan konsumsi pangan beragam. Mengingat tidak ada satu jenis makanan yang mengandung semua zat gizi, sehingga setiap individu perlu makan beragam jenis pangan untuk saling melengkapi.

Memicu ketosis

Terkait klaim diet karnivora efektif membakar lemak melalui mekanisme ketosis, Sri Anna mengakui kondisi tersebut memang bisa terjadi. Diet karnivora dapat memicu ketosis karena asupan karbohidrat hampir nol, sehingga tubuh meningkatkan penggunaan lemak sebagai sumber energi.

Baca juga: Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Diet KarnivoraFakultas Ekologi Manusia IPB UniversityIsi PiringkuPola Makan Gizi Seimbang

Editor

Next Post
Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.

Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media