Selasa, 7 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

BMKG Inpeksi Kesiapan Alat Pemantauan Gempa dan Tsunami di Bali

Sabtu, 28 Desember 2024
A A
Tim dari BMKg melakukan inpeksi sistempemantauan gempa dan tsunami di Bali, 27 Desember 2024. Foto Dok. BMKG.

Tim dari BMKg melakukan inpeksi sistempemantauan gempa dan tsunami di Bali, 27 Desember 2024. Foto Dok. BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca juga: Nyoman Kertia, Tanaman Herbal Potensial Gantikan Obat-obatan Kimia

Saat melakukan inspeksi ke stasiun Geofisika Sanglah, selain mengunjungi ruang operasional, tim juga mengecek website SIMAPS BMKG yang menunjukkan data dari 90 sensor di Pulau Bali. Nelly menekankan perlunya pengembangan sistem SIMAPS dan terintegrasi dengan sistem informasi produk Geofisika lainnya, seperti dengan WRS New Generation agar lebih efektif dalam mendukung pemantauan geofisika di masa depan.

“Untuk membangun bidang geofisika yang lebih baik, saya mengajak seluruh pegawai BMKG untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang S2 atau S3. Ini penting agar mereka dapat mendalami ilmu geofisika lebih dalam,” harap dia.

Baca juga: ISO 22328-3, Standar Sistem Peringatan Dini Tsunami Berbasis Masyarakat

Sabtu, 28 Desember 2024, agenda inspeksi berlanjut dengan pemeriksaan alat pengukur tinggi gelombang laut (TG) di wilayah Buleleng, Bali. Inspeksi ini bertujuan untuk memastikan alat-alat pemantauan geofisika di Bali dapat berfungsi dengan optimal dalam rangka meningkatkan ketahanan terhadap bencana alam di wilayah tersebut.

Tim BMKG berharap seluruh upaya ini dapat memperkuat sistem pemantauan geofisika dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana. Kolaborasi yang solid antara teknologi, masyarakat, dan pemerintah menjadi kunci untuk menciptakan ketahanan yang lebih baik, khususnya di wilayah rawan gempa dan tsunami seperti Bali. [WLC02]

Sumber: BMKG

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BaliBMKGgempa dan tsunami

Editor

Next Post
BRIN dan Undip tengah kembangkan padi biosalin. Foto BKPUK BRIN/KSA.

BRIN dan Undip Kembangkan Beras Biosalin dari Padi yang Tahan Air Laut

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media