Minggu, 1 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Cegah Bencana Kebakaran dengan TMC, OMC atau Water Bombing

Pengerahan helikopter water bombing memiliki beberapa tantangan. Mulai terbatasnya armada, aturan izin terbang pesawat hingga biaya yang dikeluarkan besar.

Sabtu, 22 Juni 2024
A A
Persiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untukmencegah karhutla di Riau, 14 Juni 2024. Foto Dok. BMKG.

Persiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untukmencegah karhutla di Riau, 14 Juni 2024. Foto Dok. BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Sempat Dilarang, Pemerintah Mulai Lirik Budidaya Tanaman Kratom

“Ada namanya Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Kesuksesan penyelenggaraan semua acara internasional di Bali itu ada kami di balik layarnya,” klaim Suharyanto.

Kendati demikian, Suharyanto meminta agar operasi TMC khusus pemadaman dikaji ulang karena berpotensi menimbulkan dampak sekunder. Ia mencontohkan operasi TMC di Kalimantan Selatan terbukti menurunkan hujan, tetapi di sisi lain juga memberikan dampak lain bagi pertanian berupa pengurangan kualitas buah dan unsur hara. Ia pun meminta agar forkopimda melakukan kajian atas adanya dampak maupun sisi lain dari TMC itu sendiri.

“Apakah TMC ini bisa dikaji ulang. Kalau kami lakukan TMC, apakah ada efek sampingnya?” tanya Suharyanto.

Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan dinilai paling efektif dilakukan oleh satgas darat. Selain lebih tepat sasaran, biayanya juga jauh lebih murah. Suharyanto meminta agar segala kebutuhan lapangan yang diperlukan dalam kesiapsiagaan hingga penanganan darurat dapat diajukan kepada BNPB.

Baca Juga: Jaga Stok Pangan, Jokowi Instruksikan Sedot Air Tanah dan Sungai Lewat Pompanisasi

“Mudah-mudahan ini terkendali. Terbukti, tahun 2015, 2019 dan 2023 semuanya El Nino. Tahun 2023, kami bisa menurunkan dampak karena lebih dulu datang seperti in. Kalau pun ada kebakaran, pasti kecil dampaknya,” kata Suharyanto.

OMC di 5 Provinsi

Sementara Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menjelaskan dalam rangka pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serentak di lima provinsi di wilayah Indonesia. Kelima provinsi tersebut ialah Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

“OMC ini dilakukan dalam rangka bentuk antisipasi bencana kekeringan dan karhutla,” kata Dwikorita di Jakarta pada 18 Juni 2024.

Baca Juga: Forum Cik Di Tiro Desak NU dan Muhammadiyah Tolak Tawaran Bisnis Tambang, Bisa Terjerumus Dosa Ekologis

Adapun jadwal pelaksanaan OMC di Riau dilaksanakan pada 14 Juni-3 Juli 2024, Jambi 20 Juni-1 Juli 2024, Sumatra Selatan 3 Juli-12 Juli 2024, Kalimantan Barat 25 Juni-5 Juli 2024, dan Kalimantan Tengah tahap 5 Juli-15 Juli 2024.

Berdasarkan hasil analisis dan monitoring BMKG, pada Juli hingga September di lima provinsi target OMC diperkirakan mengalami kekeringan dan rawan terjadi karhutla. OMC bertujuan untuk mengurangi dampak risiko yang dapat terjadi dan dapat menganggu kehidupan masyarakat.

“OMC dilakukan untuk pembasahan lahan gambut agar mengantisipasi dan memitigasi bencana karhutla. Juga untuk mengisi kubah-kubah air di lahan gambut sehingga mencegah lahan gambut kering dan mudah terbakar karena telah dibasahi hujan,” papar Dwikorita.

Baca Juga: Rehabilitasi Mangrove dengan Alat Penahan Ombak dari Limbah Plastik

Plt. Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menambahkan, Pembasahan lahan gambut dilakukan sebelum daerah terdampak memasuki puncak musim kemarau. OMC juga ditujukan untuk menekan potensi lonjakan hotspot dan potensi luasan area gambut yang terbakar.

Mengingat hasil pantauan Sipongi, secara kumulatif dua hari terakhir di provinsi target sudah mulai terdeteksi hotspot dengan derajat kepercayaan menengah hingga tinggi atau 2-3 titik per hari.

“Saat ini sedang dilaksanakan OMC di Riau sejak tanggal 14-18 Juni 2024 dengan bahan semai NaCI powder sebanyak empat ton. OMC di Riau telah dilaksanakan selama empat hari dengan rincian lima sorti penyemaian dengan total jam terbang 11 jam 35 menit,” papar Seto.

Kegiatan OMC di Riau bekerjasama dengan TNI AU Lanud Sultan Syarif Kasim II. OMC dilakukan dengan pesawat Casa 212 registrasi A-2116 dari Skuadron Udara 4 Malang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, dan PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). [WLC02]

Sumber: BNPB, BMKG

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bencana karhutlaKepala BMKG Dwikorita KarnawatiKepala BNPB Letjen TNI SuharyantoOMCTMCwater bombing

Editor

Next Post
Ilustrasi peternakan ayam. Foto Ehrecke/pixabay.com.

WHO Rilis Virus Flu Burung Terdeteksi di India, Ini Pesan Kemenkes dan Mantan Menkes

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi mekanisme terbentuknya bencana longsoran di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Ilustrasi Imam Achmad Sadisun/ITB.Begini Mekanisme Aliran Lumpur Saat Longsor Bandung Barat
    In IPTEK
    Jumat, 30 Januari 2026
  • Tiga petani di Pino Raya di Bengkulu Selatan dikriminalisasi. Foto Dok. Walhi.Petani Korban Penembakan di Pino Raya Dikriminalisasi
    In News
    Kamis, 29 Januari 2026
  • Kawasan Kabupaten Bandung Barat yang terdampak longsor. Foto KLH/BPLH.Longsor Bandung Barat, KLH Sebut Ada Kerapuhan pada Struktur Tutupan Lahan
    In Lingkungan
    Kamis, 29 Januari 2026
  • Pakar Gempa Bumi UGM, Gayatri Indah Marliyani. Foto researchgate.net.Gayatri Marliyani, Kemungkinan Aktivitas Sesar Opak Akibat Tekanan dari Gempa Pacitan
    In Sosok
    Rabu, 28 Januari 2026
  • Proses operasi modifikasi cuaca (OMC). Foto Dok. BMKG.BMKG Bantah Operasi Modifikasi Cuaca Jadi Pemicu Ketidakstabilan Cuaca
    In News
    Rabu, 28 Januari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media