Harapannya, setelah timbul kesadaran yang dimulai dari anak-anak usia dini, kemudian muncul aksi masyarakat yang mengubah sampah plastik menjadi material bernilai ekonomis dan tidak membahayakan lingkungan hidup.
Baca Juga: Gempa Dangkal Hari Ini Guncang Tarutung, Cianjur dan Seram Bagian Barat
Sebelumnya, Direktorat PAUD Kemdikbudristek telah menerbitkan Paket Naskah Pengembangan Edukasi Penanganan Sampah Plastik (EPSP) dalam Pembelajaran Paradigma Baru (PPB) di Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada akhir 2021. Paket pengembangan tersebut merupakan bagian upaya menyiapkan referensi bagi satuan pendidikan dan guru untuk melaksanakan pembelajaran pada satuan Satuan Pendidikan Program Sekolah Penggerak Jenjang PAUD.
Paket Pengembangan terdiri empat kelompok. Pertama, Naskah Pengembangan EPSP dalam PPB di Satuan PAUD. Kedua, Paket Implementasi Pembelajaran EPSP dalam PPB di Satuan PAUD yang meliputi Panduan Implementasi Pembelajaran, Kumpulan Modul Ajar, Buku Cerita Anak Seri “Jojo dan Turki”.
Ketiga, Paket Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang terdiri dari Aku Anak Bijak Sampah: Panduan Edukasi Penanganan Sampah Plastik melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Satuan PAUD, Kumpulan Modul Ajar “Aku Anak Bijak Sampah”, dan Buku Cerita Anak Seri “Aku Anak Bijak Sampah”. Keempat, Paket Pembiasaan untuk Menjadi Budaya Sekolah, meliputi Panduan Edukasi Penanganan Sampah Plastik untuk Menjadi Budaya Sekolah, Buku Cerita Anak Seri Budaya Sekolah.
Baca Juga: Kawasan Resapan Air Hujan Terancam Rusak Akibat Rencana Pengurangan KBAK Gunung Sewu
Menurut Jumeri selaku pengarah penyusunan paket naskah pengembangan tersebut, bahwa pemahaman dan pembiasaan karakter baik sudah semestinya dilakukan sejak anak usia dini, baik di rumah, di sekolah maupun di masyarakat. Pembiasaan perilaku bijak sampah di lingkungan sekolah bisa dilakukan melalui perancangan pembelajaran maupun perancangan lingkungan budaya sekolah.
Langkah tersebut sejalan dengan konsep pembelajaran paradigma baru pada Program Sekolah Penggerak yang berfokus pada pengembangan hasil belajar anak secara holistik yang mencakup kompetensi dan karakter.
“Dengan pembiasaan perilaku bijak sampah diupayakan untuk dilakukan sedini mungkin sehingga kelak akan membentuk pelajar bijak sampah,” kata mantan Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen Kemdikbudristek dalam pengantarnya. [WLC02]
Sumber: Kemdikbudristek, Paket Naskah Pengembangan Edukasi Penanganan Sampah Plastik (EPSP)
Discussion about this post