Sabtu, 10 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Cuaca Ekstrem, Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Provinsi Satu Orang Tewas

Selasa, 11 November 2025
A A
Dampak cuaca ekstrem, hujan lebat memicu banjir setinggi 2 meter di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat pada Rabu 5 Oktober 2022. Foto Dok BNPB.

Dampak cuaca ekstrem, hujan lebat memicu banjir setinggi 2 meter di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat pada Rabu 5 Oktober 2022. Foto Dok BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Cuaca ekstrem yang terjadi dalam pekan ini menyebabklan sejumlah provinsi dilanda bencaca hidrometeorologi dalam kurun waktu 24 jam. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, satu orang korban meninggal dunia dan ribuan warga terdampak.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya, telah memperingatkan dampak cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam sepekan ini, 10 hingga 16 November 2025, dapat menyebabkan terjadinya bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah di Indonesia.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengungkapkan, kurun waktu 24 jam, terjadi bencana hidrometeorologi berupa banjir, angin kencang, cuaca ekstrem, dan tanah longsor di berbagai provinsi sejak Senin, 10 November 2025 hingga Selasa, 11 November 2025.

Baca juga: Peringatan BMKG, Cuaca Ekstrem Sepekan Ini

Selama periode tersebut, kata Muhari, tercatat beberapa peristiwa bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Magetan di Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Garut di Provinsi Jawa Barat, serta Kabupaten Halmahera Timur di Provinsi Maluku Utara.

Banjir di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada Senin, 10 November 2025, dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Kecamatan Kilo selama satu jam, disertai kilat, petir, dan angin kencang, yang menyebabkan permukiman warga di Desa Kramat dan Desa Lasi, dilanda banjir.

“Sekitar 90 kepala keluarga terdampak banjir. Selain merendam rumah warga, banjir juga mengakibatkan satu ruas jalan lintas desa terputus. Meskipun tidak ada korban jiwa, dampak material cukup signifikan karena sekitar 90 unit rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang,” kata Muhari dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Pulau Pamujan, Punya Tutupan Mangrove Asri Tetapi Terancam Abrasi

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Bencana HidrometeorologiBMKGBNPBCuaca EkstremKabupaten BimaKabupaten DompuKabupaten MagetanProvinsi Jawa TimurPulau Lombok Nusa Tenggara Barat

Editor

Next Post
Tambak udang yang dikeringkan di pesisir Lampung. Foto Istimewa.

KKP Klaim Sertifikasi Udang Bebas Cs-137, Petambak Lampung Lapor Harga Masih Anjlok

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media