Sabtu, 18 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

KKP Klaim Sertifikasi Udang Bebas Cs-137, Petambak Lampung Lapor Harga Masih Anjlok

Rabu, 12 November 2025
A A
Tambak udang yang dikeringkan di pesisir Lampung. Foto Istimewa.

Tambak udang yang dikeringkan di pesisir Lampung. Foto Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Hingga Rabu siang, 12 November 2025, petambak di berbagai daerah melaporkan harga udang belum juga pulih. Meskipun Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) telah menyatakan ekspor berjalan dan mengklaim harga sudah kembali normal.

Upaya pemerintah mewajibkan sertifikasi “bebas Cs-137” bagi para eksportir demi menjaga kelancaran ekspor, terutama ke Amerika Serikat, dinilai belum mampu melindungi ratusan ton udang segar perhari yang dihasilkan ribuan petambak di pesisir timur Lampung. Kasus temuan isotop nuklir Cesium-137 (Cs-137) dalam produk udang Indonesia berdampak besar bagi kehidupan 11.300 lebih keluarga petambak yang tersebar di Bumi Dipasena, Wahyuni Mandira, Bratasena dan sekitarnya.

Menurut petambak udang dari Bumi Dipasena, Lampung, Arie Suharso, penurunan harga ini bukan sekadar soal pendapatan. Namun mengancam keberlanjutan usaha tambak di tengah tingginya biaya operasional dan ancaman penyakit udang yang terus menghantui setiap siklus budidaya.

Baca juga: Cuaca Ekstrem, Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Provinsi Satu Orang Tewas

“Sampai hari ini, harga udang masih anjlok, pembeli udang membatasi pengambilan. Belum ada upaya dari pemerintah untuk membantu petambak kecil yang menjadi korban reputasi dan ekonomi akibat kasus ini,” papar Arie dalam siaran tertulis, Rabu, 12 November 2025.

Turunnya harga udang hingga Rp49.000 untuk ukuran 60 ekor ini merupakan dampak psikologis dan struktural skandal Cs-137 yang belum juga terungkap tuntas. Pasar domestik masih ragu, sementara eksportir memperketat seleksi dan membatasi pembelian dari tambak akibat stok menumpuk karena tersendatnya ekspor ke Amerika Serikat.

Para petambak kecil juga menilai pemerintah terlalu berfokus pada proyek tambak modern bernilai Rp7,5 triliun di Nusa Tenggara Timur. Sementara upaya menstabilkan harga dan menekan biaya produksi tambak rakyat nyaris tak terlihat.

Baca juga: Peringatan BMKG, Cuaca Ekstrem Sepekan Ini

Mereka berharap, anggaran besar untuk proyek tersebut bisa dialihkan untuk memperkuat tambak rakyat yang sudah ada lewat program perlindungan harga, upaya menekan biaya produksi, dan jaminan keberlanjutan usaha budidaya udang di seluruh pelosok negeri.

Sertifikasi udang bebas Cesium 137

KKP dan Badan Pengawasan Tenaga Nuklir (Bapeten) meneken kerja sama dalam melaksanakan sertifikasi bebas Cesium-137 terhadap produk udang, khususnya yang berasal dari Lampung dan Pulau Jawa. Penandatangan perjanjian kerja sama berlangsung 10 November 2025 di Jakarta.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: FDAKKPLampungradiasi Cesium-137Sertifikasi bebas Cs-137tambak udang

Editor

Next Post
Koalisi Gerakan Tani desak PT Palma Group dicabut izinnya. Foto Istimewa.

Warga Pulubala Dikriminalisasi, Mendesak Izin Perusahaan Sawit Dicabut

Discussion about this post

TERKINI

  • Idea serahkan sengketa informasi terkait dokumen perizinan pendirian objek wisata di kawasan karst Gunungsewu di Gunungkidul, 14 April 2026. Foto KSKG.Dokumen Izin Wisata di Karst Gunungsewu Tertutup, Idea Serahkan Sengketa Informasi
    In News
    Selasa, 14 April 2026
  • Dokter menjelaskan kondisi paru-paru peserta ACF melalui hasil foto rontgen yang muncul hanya sesaat setelah melakukan rontgen. Foto Pusat Kedokteran Tropis UGM.Jemput Bola Eliminasi TBC Targetkan 3.000 Warga di Gunungkidul
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Cahaya jejak roket Jielong-3, 11 April 2026. Foto Dok. BRIN.Jejak Roket Cina Jielong-3 di Langit Indonesia
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Nelayan Maluku Utara membersihkan jaring dari lumpur sedimentasi. Foto Walhi Maluku Utara.Ancaman dan Peluang Nelayan di Tengah Cuaca Ekstrem
    In Lingkungan
    Minggu, 12 April 2026
  • Ilustrasi hasil rontgen paru pasien TB. Foto freepik.com.Eliminasi TBC, Temukan Kasus secara Aktif dan Waspada Batuk Lebih dari Dua Minggu
    In Rehat
    Sabtu, 11 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media