Kamis, 2 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Damayanti Buchori: Belajarlah Kedaulatan Pangan dari Pesisir dan Pulau-pulau Kecil

Saatnya masyarakat kembali pada kearifan lokal dengan keanekaragaman pangan menuju kedaulatan pangan. Bukan penyeragaman pangan yang terjebak pada ekonomi komoditas.

Rabu, 1 November 2023
A A
Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof. Damayanti Buchori. Foto psl.ipb.ac.id.

Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof. Damayanti Buchori. Foto psl.ipb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Jebakan Ekonomi Komoditas
Ia juga mengkritik kebijakan penyeragaman sistem produksi, konsumsi, kebijakan dan program, serta indikator-indikator pembangunan pangan saat ini. Sebab langkah itu justru meminggirkan dimensi lokalitas dan keragaman sistem pangan di Indonesia. Juga telah menimbulkan kerentanan, lemahnya resiliensi, ketergantungan dan berbagai krisis kerusakan agroekosistem lokal beserta daya dukungnya.

Baca Juga: BRIN Kembangkan LESus untuk Kaji Peristiwa Ekstrem di Laut

“Keseragaman sangat kuat dipengaruhi perspektif pengambil kebijakan, juga para ilmuwan yang mengabaikan keragaman sistem pangan di Indonesia. Ini bisa kita periksa dari beberapa aspek terkait sistem pangan kita,” tegas dia.

Ia menegaskan transformasi sistem pangan harus dimulai dari pikiran, yakni cara pandang terhadap pangan.

“Bukankah manusia membutuhkan zat-zat gizi makro dan mikro untuk bisa hidup sehat dan berkualitas?” tanya Damayanti.

Baca Juga: Indonesia Klaim Punya Potensi Tenaga Hidro 95 GW untuk Energi Terbarukan

Jadi perlu swasembada karbohidrat yang bisa diperoleh dari ragam sumber pangan, tidak hanya beras. Juga swasembada protein yang diperoleh dari ragam sumber protein dan seterusnya.

“Kita perlu mengeksplorasi lebih jauh keanekaragaman sumber-sumber pangan kita, melakukan inovasi dan melihat praktik-praktik masyarakat kita yang beragam dalam produksi pangan, keluar dari jebakan ekonomi komoditas tersebut,” tegas Damayanti. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University Prof. Damayanti BuchoriKearifan Lokalkedaulatan pangannegara kepulauanpesisir dan pulau-pulau kecil

Editor

Next Post
Rakernis OIKN sektor LHK di Balikpapan. Foto ppid.menlhk.go.id.

Respons Kendala UPT KLHK di Wilayah IKN, Menteri Siti Paparkan 5 Poin Solusi

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media