Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

BRIN Kembangkan LESus untuk Kaji Peristiwa Ekstrem di Laut

LESus dikembangkan untuk mengkaji peristiwa ekstrem di laut karena perubahan iklim.

Selasa, 31 Oktober 2023
A A
Ilustrasi gelombang di laut. Foto Kanenori/pixabay.com.

Ilustrasi gelombang di laut. Foto Kanenori/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengembangkan sebuah sistem informasi untuk mengkaji cuaca ekstrem yang terjadi di Indonesia. Sistem informasi itu diberi nama Learning Extreme Weather Event Over The Indonesia Maritime Continent (LESus), yaitu sistem informasi yang berfokus pada pembuatan formulasi umum mengenai peristiwa-peristiwa ekstrem di atmosfer laut.

“Dan kedua interaksinya tidak mempertimbangkan waktu dan ruang dalam perubahan iklim,” kata peneliti BRIN, Dr. Erma Yulihastin dalam acara BRIEF pada 27 Oktober 2023.

LESus mempunyai tugas menentukan key location, yaitu lokasi-lokasi kunci yang harus diobservasi secara terus-menerus. Sebab wilayah-wilayah tersebut adalah wilayah yang sangat strategis untuk bisa membangkitkan cuaca ekstrem secara skala meso, yaitu antara 2 kilometer sampai 2000 kilometer.

Baca Juga: Indonesia Klaim Punya Potensi Tenaga Hidro 95 GW untuk Energi Terbarukan

“Kami juga harus memasukkan section yang aplikatif di situ sehingga para stakeholder atau pemerintahan bisa mudah memahami apa yang akan dilakukan,” kata Erma yang merupakan salah satu peneliti yang terlibat.

Semisal bagaimana implementasinya pada infrastruktur, bagaimana efeknya terhadap pertanian, bagaimana efeknya terhadap perikanan. Implementasi pada sektor-sektor itu sebenarnya merupakan salah satu tujuan dan salah satu target luaran dari LESus.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: atmosfer lautberkolaborasiBRINLESusperubahan iklim

Editor

Next Post
Anakan biawak komodo yang gagal diselundupkan. Foto ppid.menlhk.go.id.

Penyelundupan Anakan Biawak Komodo Berhasil Digagalkan

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media