Jumat, 27 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dampak Gerakan Tanah di Tegal, 448 Rumah Rusak Ratusan Warga Mengungsi

Rabu, 16 Februari 2022
A A
Salah satu bangunan alami kerusakan dampak kejadian gerakan tanah di Tegal, Jawa Tengah. Sumber foto BNPB.

Salah satu bangunan alami kerusakan dampak kejadian gerakan tanah di Tegal, Jawa Tengah. Sumber foto BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan data terupdate dampak kejadian gerakan tanah di Tegal, Provinsi Jawa Tengah, meliputi 448 rumah rusak dan 569 warga mengungsi.

“BPBD Kabupaten Tegal mencatat total rumah rusak mencapai 448. Kerusakan rumah warga ini memicu 569 jiwa mengungsi ke fasilitas pendidikan, tenda keluarga maupun warga sekitar” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Rabu, 16 Februari 2022.

Wilayah alami kejadian gerakan tanah di Tegal tersebar di dua kecamatan. Yakni, Kecamatan Pangkah meliputi Desa Dermasuci, dan Desa Padasari di Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.

Baca Juga: Ratusan Huntara dan Huntap Sudah Terbangun untuk Warga Relokasi Gunung Semeru

Muhari mengatakan, kerusakan dampak gerakan tanah di dua desa tersebut 448 rumah dengan klasifikasi kerusakan berat berjumlah 174 rumah, rusak sedang 189 unit, dan rusak ringan 85 rumah.

Kerusakan lainnya dampak kejadian gerakan tanah di Tegal, fasilitas pendidikan rusak ringan 2 unit, rusak berat 1 unit, pondok pesantren rusak berat 1 unit, kantor desa rusak ringan 1 unit dan tempat ibadah rusak ringan 3 unit.

“Laporan awal yang diterima Pusdalops BNPB menyebutkan gerakan tanah ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi dan berdurasi panjang dari Jumat hingga Sabtu dini hari, 12 Februari 2022. Fenomena ini teramati pertama kali terjadi di Desa Dermasuci,” ujar Muhari.

Baca Juga: 9 Mahout Tangani Konflik Gajah Liar Vs Warga Desa Rantau Panjang

Disebutkan Muhari, dua wilayah kecamatan yang mengalami gerakan tanah  merupakan kecamatan yang memang berpotensi terjadi fenomena pergerakan tanah.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BNPBBPBDgerakan tanah di TegalKabupaten Tegalpergerakan tanahProvinsi Jawa TengahPVMBG Badan Geologi

Editor

Next Post
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi. Foto Instagram Polda Sumut.

Kasus Dugaan Penyuntikan Vaksin Kosong, BAP Dokter TAG akan Dikirim ke Jaksa

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media