Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dampak Gerakan Tanah di Tegal, 448 Rumah Rusak Ratusan Warga Mengungsi

Rabu, 16 Februari 2022
A A
Salah satu bangunan alami kerusakan dampak kejadian gerakan tanah di Tegal, Jawa Tengah. Sumber foto BNPB.

Salah satu bangunan alami kerusakan dampak kejadian gerakan tanah di Tegal, Jawa Tengah. Sumber foto BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan data terupdate dampak kejadian gerakan tanah di Tegal, Provinsi Jawa Tengah, meliputi 448 rumah rusak dan 569 warga mengungsi.

“BPBD Kabupaten Tegal mencatat total rumah rusak mencapai 448. Kerusakan rumah warga ini memicu 569 jiwa mengungsi ke fasilitas pendidikan, tenda keluarga maupun warga sekitar” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Rabu, 16 Februari 2022.

Wilayah alami kejadian gerakan tanah di Tegal tersebar di dua kecamatan. Yakni, Kecamatan Pangkah meliputi Desa Dermasuci, dan Desa Padasari di Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.

Baca Juga: Ratusan Huntara dan Huntap Sudah Terbangun untuk Warga Relokasi Gunung Semeru

Muhari mengatakan, kerusakan dampak gerakan tanah di dua desa tersebut 448 rumah dengan klasifikasi kerusakan berat berjumlah 174 rumah, rusak sedang 189 unit, dan rusak ringan 85 rumah.

Kerusakan lainnya dampak kejadian gerakan tanah di Tegal, fasilitas pendidikan rusak ringan 2 unit, rusak berat 1 unit, pondok pesantren rusak berat 1 unit, kantor desa rusak ringan 1 unit dan tempat ibadah rusak ringan 3 unit.

“Laporan awal yang diterima Pusdalops BNPB menyebutkan gerakan tanah ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi dan berdurasi panjang dari Jumat hingga Sabtu dini hari, 12 Februari 2022. Fenomena ini teramati pertama kali terjadi di Desa Dermasuci,” ujar Muhari.

Baca Juga: 9 Mahout Tangani Konflik Gajah Liar Vs Warga Desa Rantau Panjang

Disebutkan Muhari, dua wilayah kecamatan yang mengalami gerakan tanah  merupakan kecamatan yang memang berpotensi terjadi fenomena pergerakan tanah.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BNPBBPBDgerakan tanah di TegalKabupaten Tegalpergerakan tanahProvinsi Jawa TengahPVMBG Badan Geologi

Editor

Next Post
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi. Foto Instagram Polda Sumut.

Kasus Dugaan Penyuntikan Vaksin Kosong, BAP Dokter TAG akan Dikirim ke Jaksa

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media