Kamis, 12 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Desain Bandara YIA Diklaim Tahan Gempa Megathrust M8,7 dan Tsunami

Bandara YIA mendapat apresiasi dalam pertemuan “the 57th session of the Executive Council” di UNESCO Paris menjadi satu-satunya contoh dunia untuk infrastruktur critical yang tsunami ready.

Senin, 8 Juli 2024
A A
Kunjungan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati ke Bandara YIA terkait pemasangan rambu-rambu evakuasi. Foto bmkg.go.id.

Kunjungan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati ke Bandara YIA terkait pemasangan rambu-rambu evakuasi. Foto bmkg.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sebagai negara dengan kerentanan bencana alam, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menegaskan kolaborasi aksi mitigasi dan pengurangan risiko bencana mutlak dilakukan. Pemerintah dan masyarakat dinilai kesulitan apabila harus bekerja sendiri, mengingat sumber daya yang dibutuhkan besar untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang kompleks.

“Bencana alam otomatis juga akan berdampak pada sektor swasta. Kami mendorong keterlibatan aktif swasta dalam manajemen risiko bencana lewat penguatan aksi mitigasi untuk membangun ketahanan serta ketangguhan sosial dan ekonomi,” ungkap kata Dwikorita di sela-sela Rakor Peningkatan Upaya Mitigasi dan Peringatan Dini Bahaya Gempabumi dan Tsunami di Kawasan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) pada 5 Juli 2024 lalu.

Lantas di mana peran swasta?

Dia mencontohkan, agenda Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia (AM IMF-WBG) di Bali tahun 2018 lalu hampir saja dibatalkan karena ada erupsi Gunung Agung. Namun akhirnya tetap terlaksana dan berhasil terselenggara dengan baik setelah Pemerintah Indonesia mampu meyakinkan negara peserta bahwa Indonesia memiliki kesiapan sistem peringatan dini bencana dan aksi mitigasi bencana yang baik dan handal.

Baca Juga: Update Dampak Gempa Batang 49 Rumah Rusak dan 12 Warga Terluka

Hotel-hotel tempat menginap kepala negara, delegasi, dan tamu telah tersertifikasi kesiapsiagaan bencana oleh BPBD dan BMKG. Indikatornya, kelengkapan infrastruktur, pemahaman bencana, sistem peringatan dini, kemampuan merespons bencana, mitigasi bencana, dan keamanan.

“Singkatnya, mereka sudah sangat siap apabila sewaktu-waktu terjadi bencana alam. Ini perlu dicontoh penyelenggara dan pelaku wisata, khususnya di daerah rawan bencana alam,” imbuh Dwikorita.

Crisis Center di Bandara YIA dan Ngurah Rai

Fasilitas di YIA, lanjut Dwikorita juga dilengkapi crisis center yang dapat menjadi Tempat Evakuasi Sementara apabila tsunami terjadi dengan kapasitas 2.000 orang. Terminal bandara, mulai dari level mezanine hingga lantai 2 telah disiapkan untuk tempat evakuasi dengan kapasitas 10.000 orang.

Baca Juga: Banjir dan Longsor di Bone Bolango, Enam Orang Tewas Tertimbun

“Apabila pengguna bandara dan masyarakat setempat merasakan guncangan gempa bumi atau memperoleh peringatan dini tsunami dapat segera menuju crisis center atau naik ke terminal di lantai mezanine atau lantai 2. Inilah kontribusi penting bandara kepada masyarakat sekitar dan pengguna bandara dalam menghadapi ancaman gempa megathrust dan tsunami,” papar dia.

Sistem Peringatan Dini Tsunami juga terpasang dan terhubung langsung dari BMKG Pusat.

Keandalan Bandara YIA ini, menurut dia, mendapat apresiasi dalam pertemuan “the 57th session of the Executive Council” di UNESCO Paris menjadi satu-satunya contoh dunia untuk infrastruktur critical yang tsunami ready (siap untuk menghadapi tsunami). Dan menurut Dwikorita, Bandara Ngurah Rai juga telah disiapkan untuk Tsunami Ready.

Baca Juga: Data Sementara, Akibat Gempa Batang 3 Rumah Rusak Berat dan 4 Orang Luka

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Bandara Ngurah RaiBandara YIAgempa MegathrustKepala BMKG Dwikorita Karnawatinatural warningtsunami ready

Editor

Next Post
Kawasan tambang di Bone Bolango yang longsor, 8 Juli 2024. Foto BPBD Bone Bolango.

Korban Longsor Bone Bolango Jadi 10 Orang Tewas dan 43 Orang Hilang

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media