Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Desain Kapal Pembersih Sampah di Sungai Perkotaan

Kapal didesain dapat beroperasi di perairan dangkal dengan kemudahan manuver, mampu memindahkan, serta mengolah sampah secara otomatis.

Jumat, 11 Juli 2025
A A
Desain kapal pengangkut sampah di sungai perkotaan. Foto Dok. BRIN.

Desain kapal pengangkut sampah di sungai perkotaan. Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Saat ini, teknologi kapal berada pada Tingkat Kesiapan Teknologi (Technology Readiness Level/TRL) 4–5 dan tengah dipersiapkan untuk memasuki tahap pembangunan purwarupa. Uji coba langsung melalui prototipe menjadi langkah penting dalam memverifikasi performa teknis dan kesiapan kapal untuk diimplementasikan di lapangan.

Selain inovasi teknik modular knock-down, ada dua keunggulan lain dalam rancang bangun kapal ini. Meliputi penggunaan konveyor yang berfungsi sebagai alat pemindah otomatis yang menghemat tenaga manusia dan mempercepat proses pemindahan sampah.

Baca juga: Konferensi Internasional Jadi Upaya Geopark Kaldera Toba Raih Kembali Green Card UNESCO

Menurut dia, sistem ini membuat alur pengolahan menjadi lebih rapi, terstruktur, dan terus-menerus tanpa gangguan. Penggunaan alat cacah sampah memberikan banyak keuntungan dalam pengelolaan limbah, terutama pada sistem yang membutuhkan efisiensi tinggi dan otomatisasi.

“Inovasi dikembangkan tidak hanya menjadi solusi teknis, tetapi juga bagian dari strategi pengendalian sampah dan restorasi sungai secara berkelanjutan di kota-kota Indonesia,” ucap dia.

Kajian riset dan inovasi ini menghasilkan teknologi yang telah mendapatkan Patent Granted nomor IDP000099152 dengan judul paten Kapal Sungai Pengangkut Timbulan Sampah.

Baca juga: Dietriech Geoffrey, Merkuri Masuk ke Perairan Lewat Limbah Industri hingga Keramba Jaring Apung

Klaim paten meliputi, kapal sungai pengangkut timbulan sampah terdiri dari dua lambung HDPE, atap, mesin tempel, dan konveyor depan yang dilengkapi alat pencacah melintang. Digerakkan sistem hidrolis, terhubung ke bak sampah di belakang dan jalur pembuangan.

Kapal memiliki dimensi panjang keseluruhan 5,135 meter, panjang garis air dan perpendicular 4,878 meter, lebar 2 meter, tinggi 0,7 meter, dan draft 0,4 meter. Bak sampah memiliki kapasitas volume muat sebesar 800 kilogram, mesin tempel yang digunakan disarankan berkekuatan 25 hp. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BRINKapal Sungai Pengangkut Timbulan SampahPoliteknik Perkapalan Negeri Surabayasungai perkotaan

Editor

Next Post
Masyarakat adat Poco Lek menolak proyek panas bumi. Foto Dok. AMAN

Seruan Koalisi Warga Flores-Lembata: Hentikan Proyek Panas Bumi di NTT yang Melukai Kami

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media