Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dugong, Mamalia Laut yang Dilindungi dan Berperan Menyimpan Karbon

Hasil penelitian menunjukkan, dugong bukan hanya bagian dari keanekaragaman hayati laut. Tetapi juga berperan penting dalam stabilitas iklim melalui ekosistem pesisir.

Minggu, 29 Juni 2025
A A
Dugong atau sapi laut. Foto dietmaha/pixabay.com.

Dugong atau sapi laut. Foto dietmaha/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

“Selama ini, lamun menyimpan karbon biru. Sedangkan spesies ini satu-satunya jenis mamalia laut yang benar-benar hanya mengandalkan vegetasi atau seagrass sebagai makanan utama,” ungkap Mira.

Karbon biru merupakan karbon yang tersimpan di ekosistem pesisir dan laut, seperti mangrove, padang lamun, dan rawa pasang surut. Selama ini, kajian tentang karbon biru lebih banyak berfokus pada vegetasi laut.

Baca juga: Prabowo Resmikan 55 Proyek Energi Panas Bumi dan Surya, Klaim Nol Emisi Karbon Tepat Waktu

Dari situ, ia mencermati, apakah spesies ini menghabiskan stok karbon saja atau juga memiliki peran lain dalam siklus karbon biru tersebut. Hasilnya menunjukkan, aktivitas herbivori dugong, termasuk asupan makanan, ekskresi, hingga interaksinya dengan lamun, ternyata juga memberikan kontribusi terhadap siklus karbon di wilayah pesisir.

Penelitian ini mengangkat pendekatan komprehensif untuk memahami bagaimana mamalia laut herbivora tersebut turut memengaruhi dinamika penyimpanan karbon di laut. Temuan awal menunjukkan dugong tidak hanya menjadi indikator kesehatan padang lamun, tetapi juga agen ekologis yang berperan dalam dinamika karbon di laut.

Jejak makan dugong turut memengaruhi laju pertumbuhan lamun dan mempercepat proses siklus biomassa ke dalam sedimen. Ini berpotensi meningkatkan penyimpanan karbon jangka panjang.

Baca juga: Komisi IV DPR Janji Undang Aktivis Lingkungan untuk Bahas UU Baru Kehutanan

“Peran dugong dalam ekosistem laut tidak hanya sebagai pemakan lamun, tapi juga sebagai penggerak proses ekologi yang lebih luas, termasuk dalam mitigasi perubahan iklim,” kata dia.

Penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi dugong dengan lamun berpotensi meningkatkan proses dekomposisi dan penyerapan karbon di sedimen yang menjadikannya bagian dari solusi ekosistem terhadap perubahan iklim.

Tak hanya itu, diskusi lanjutan dalam forum juga menyoroti potensi penggunaan DNA lingkungan. Tujuannya untuk mengestimasi populasi dugong serta integrasi studi genetika dalam rencana aksi nasional perlindungan spesies tersebut.

Baca juga: Walhi Riau Ingatkan Penertiban Taman Nasional Tesso Nilo Jangan Represif dan Militeristik

Mira menyimpulkan, rangkaian penelitian ini menunjukkan bahwa dugong bukan hanya bagian dari keanekaragaman hayati laut. Tetapi juga berperan penting dalam stabilitas iklim melalui ekosistem pesisir.

Ia berharap penelitiannya dapat mendukung perumusan kebijakan konservasi berbasis sains. Juga memperkuat integrasi karbon biru dalam agenda mitigasi perubahan iklim nasional. [WLC02]

Sumber: KKP, BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BRINdugongKarbon biruKKPmamalia lautPadang lamunsapi lautSatwa Dilindungi

Editor

Next Post
Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Jalal Abdul Nasir. Foto dok/vel/DPR.

Jalal Abdul Nasir, 1 Muharram Jadi Momentum Hijrah Ekologis

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media