Rabu, 13 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dugong, Mamalia Laut yang Dilindungi dan Berperan Menyimpan Karbon

Hasil penelitian menunjukkan, dugong bukan hanya bagian dari keanekaragaman hayati laut. Tetapi juga berperan penting dalam stabilitas iklim melalui ekosistem pesisir.

Minggu, 29 Juni 2025
A A
Dugong atau sapi laut. Foto dietmaha/pixabay.com.

Dugong atau sapi laut. Foto dietmaha/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

“Selama ini, lamun menyimpan karbon biru. Sedangkan spesies ini satu-satunya jenis mamalia laut yang benar-benar hanya mengandalkan vegetasi atau seagrass sebagai makanan utama,” ungkap Mira.

Karbon biru merupakan karbon yang tersimpan di ekosistem pesisir dan laut, seperti mangrove, padang lamun, dan rawa pasang surut. Selama ini, kajian tentang karbon biru lebih banyak berfokus pada vegetasi laut.

Baca juga: Prabowo Resmikan 55 Proyek Energi Panas Bumi dan Surya, Klaim Nol Emisi Karbon Tepat Waktu

Dari situ, ia mencermati, apakah spesies ini menghabiskan stok karbon saja atau juga memiliki peran lain dalam siklus karbon biru tersebut. Hasilnya menunjukkan, aktivitas herbivori dugong, termasuk asupan makanan, ekskresi, hingga interaksinya dengan lamun, ternyata juga memberikan kontribusi terhadap siklus karbon di wilayah pesisir.

Penelitian ini mengangkat pendekatan komprehensif untuk memahami bagaimana mamalia laut herbivora tersebut turut memengaruhi dinamika penyimpanan karbon di laut. Temuan awal menunjukkan dugong tidak hanya menjadi indikator kesehatan padang lamun, tetapi juga agen ekologis yang berperan dalam dinamika karbon di laut.

Jejak makan dugong turut memengaruhi laju pertumbuhan lamun dan mempercepat proses siklus biomassa ke dalam sedimen. Ini berpotensi meningkatkan penyimpanan karbon jangka panjang.

Baca juga: Komisi IV DPR Janji Undang Aktivis Lingkungan untuk Bahas UU Baru Kehutanan

“Peran dugong dalam ekosistem laut tidak hanya sebagai pemakan lamun, tapi juga sebagai penggerak proses ekologi yang lebih luas, termasuk dalam mitigasi perubahan iklim,” kata dia.

Penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi dugong dengan lamun berpotensi meningkatkan proses dekomposisi dan penyerapan karbon di sedimen yang menjadikannya bagian dari solusi ekosistem terhadap perubahan iklim.

Tak hanya itu, diskusi lanjutan dalam forum juga menyoroti potensi penggunaan DNA lingkungan. Tujuannya untuk mengestimasi populasi dugong serta integrasi studi genetika dalam rencana aksi nasional perlindungan spesies tersebut.

Baca juga: Walhi Riau Ingatkan Penertiban Taman Nasional Tesso Nilo Jangan Represif dan Militeristik

Mira menyimpulkan, rangkaian penelitian ini menunjukkan bahwa dugong bukan hanya bagian dari keanekaragaman hayati laut. Tetapi juga berperan penting dalam stabilitas iklim melalui ekosistem pesisir.

Ia berharap penelitiannya dapat mendukung perumusan kebijakan konservasi berbasis sains. Juga memperkuat integrasi karbon biru dalam agenda mitigasi perubahan iklim nasional. [WLC02]

Sumber: KKP, BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BRINdugongKarbon biruKKPmamalia lautPadang lamunsapi lautSatwa Dilindungi

Editor

Next Post
Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Jalal Abdul Nasir. Foto dok/vel/DPR.

Jalal Abdul Nasir, 1 Muharram Jadi Momentum Hijrah Ekologis

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi kualitas udara di kota besar yang memburuk. Foto Yamu_Jay/Pixabay.com.Walhi: Pantauan Kualitas Udara Lima Kota Besar Indonesia Memburuk
    In News
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Bergadder/Pixabay.com.Mengenal Hantavirus, Penyakit Zoonosis dengan Rantai Penularan Utama dari Tikus
    In Rehat
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Mengapati dan mendokumentasikan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 2013 dari jauh. Foto Dok. Mirzam Abdurrachman.Erupsi Dukono, Pentingnya Pemahaman Risiko dan Peringatan Dini yang Mudah Dipahami
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Salah satu jenis anggrek Merapi. Foto Dok. TNG Merapi.Anggrek Merapi, Beraroma Wangi dan Mampu Bertahan Saat Erupsi
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media