Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gajo, Tanaman Endemik TNGL yang ‘Hilang’ Setengah Abad Kini Ditemukan Lagi

Berdasarkan Daftar Merah IUCN, tim peneliti menemukan 78 jenis tumbuhan terancam kepunahan dan 109 jenis endemik hanya ditemukan di TNGL.

Sabtu, 6 Juli 2024
A A
Penelitian aneka spesies flora yang hampir punah di TNGL oleh tim peneliti BRIN. Foto BRIN.

Penelitian aneka spesies flora yang hampir punah di TNGL oleh tim peneliti BRIN. Foto BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Upaya menemukan kembali tumbuhan gajo ini di TNGL diawali dengan penelusuran jalur ekspedisi tahun 1937 dan 1975 oleh ilmuwan Belanda seperti yang tercantum dalam spesimen herbarium. Kemudian dia menggunakan metode survei populasi gajo yang terfokus berdasarkan Brewer (2013) dengan sedikit modifikasi.

Baca Juga: Warga Sitimulyo Tolak TPSS Srimulyo di Bantul, Khawatir Cemari Sawah dan Lingkungan

“Kami melakukan survei yang difokuskan pada area dengan kemungkinan tinggi ditemukannya spesies target berdasarkan data dari spesimen herbarium, protologue, jejak kolektor, tutupan hutan, informasi warga lokal, pemburu, pendaki dengan intuisi yang akurat, dan tim yang kuat,” papar dia.

Hampir setengah abad belum ditemukan lagi keberadaan spesies ini. Namun Enggal dan tim berhasil menemukan kembali populasi gajo di habitat alaminya di ketinggian tempat 2.500-3.500 mdpl di Gunung Leuser. Sebanyak 34 pohon yang 73,5 persen di antaranya merupakan individu dewasa setinggi 20 m dengan diameter batang 2 meter.

Menurut dia, ekspedisi lanjutan perlu dilakukan untuk mengumpulkan benih, semai, dan spesimen herbarium.

Baca Juga: Sarang dan Anak Elang Brontok Ditemukan di SM Sermo Kulon Progo

“Kami berencana akan melanjutkan ekspedisi untuk pemulihan spesies gajo ini sekitar Agustus 2024, ketika musim berbuah,” kata Enggal.

Kepala Balai Besar TNGL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jefry Susyafrianto menjelaskan sejauh ini pihaknya telah menyusun Road Map Penelitian di TNGL Tahun 2021-2030. Ia berharap para periset BRIN dapat memberi dukungan riset konservasi keanekaragaman hayati di TNGL.

“Terutama dalam hal inventarisasi sumber daya alam dan konservasi spesies flora langka dan dilindungi,” harap Jefry. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BRINkeanekaragaman floraTaman Nasional Gunung Leusertanaman endemik

Editor

Next Post
Gempa bumi tektonik dangkal 4,4M dirasakan di Batang dan Pekalongan, Jawa Tengah, Ahad, 7 Juli 2024. Foto Inatews.

Gempa Bumi Dangkal M4,4 Dirasakan Masyarakat di Batang dan Pekalongan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media