Kamis, 14 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Warga Sitimulyo Tolak TPSS Srimulyo di Bantul, Khawatir Cemari Sawah dan Lingkungan

Jumat, 5 Juli 2024
A A
Warga Sitimulyo menolak pembangunan TPSS Sitimulyo di Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, 2 Juli 2024. Foto Dok. Walhi Yogyakarta.

Warga Sitimulyo menolak pembangunan TPSS Sitimulyo di Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, 2 Juli 2024. Foto Dok. Walhi Yogyakarta.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pemerintah Kabupaten Bantul dan perangkat Kelurahan Srimulyo, Kecamatan Piyungan mengadakan sosialisasi pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) di Srimulyo pada 2 Juli 2024 lalu. Sontak warga warga Kelurahan Sitimulyo menolak, karena letak TPSS berada di perbatasan antara Kelurahan Srimulyo dan Sitimulyo.

“Ada potensi ancaman dampak pembangunan TPSS terhadap warga Sitimulyo,” kata warga Padukuhan Banyakan, Sitimulyo, Trianto yang juga Ketua Banyakan Bergerak dalam siaran pers tertanggal 5 Juli 2024.

Warga yang menolak terutama berasal dari Padukuhan Banyakan II, Banyakan III, Pagergunung I dan Pagergunung II. Letak keempat padukuhan tersebut di perbatasan antara Sitimulyo dan Srimulyo, sehingga terdapat potensi pencemaran terhadap lingkungan di sana. Warga menyatakan akan melakukan demonstrasi yang lebih besar apabila pemerintah tetap melakukan pembangunan TPSS di wilayah tersebut.

Baca Juga: Sarang dan Anak Elang Brontok Ditemukan di SM Sermo Kulon Progo

“Kami menolak karena warga empat padukuhan ini akan menerima dampaknya. Sawah-sawah warga di Sitimulyo terancam pencemaran,” ucap Trianto.

Rencananya, TPSS ini akan dibangun di tanah seluas 3000 meter2 yang berstatus tanah Sultan Ground. Ada tiga titik lokai yang akan dijadikan opsi, yaitu TPSS Kaligatuk, TPSS Puncak Bucu, dan TPSS Tumpang.

Pemkab Bantul akan menggunakan tanah tersebut untuk kegiatan pembuangan sampah dengan masa kontrak enam bulan yang berakhir pada Desember 2024. Tidak ada penjelasan teknis terkait bagaimana model pengelolaan penguraian kandungan lindi dan pengelolaan gas metan yang akan dilakukan. Tidak dijelaskan juga TPSS tersebut digunakan untuk pembuangan residu saja atau tidak.

Baca Juga: Juli-Agustus Puncak Kemarau, Potensi Hujan Masih Berlangsung 5-11 Juli

“Jadi kemungkinan sampah yang dibuang di situ adalah sampah hasil pengangkutan dari hulu yang tidak diolah,” duga Trianto.

Untuk mencegah pencemaran, Pemkab Bantul akan menggunakan geomembran dan memasang talud untuk menahan air lindi di TPSS itu. Namun praktiknya, geomembran dan talud bukan menjadi solusi yang bisa menahan aliran lindi. Warga telah membuktikan dengan melakukan pengecekan di TPA Transisi yang menggunakan geomembran.

“Geomembran tersebut tetap rusak dan akhirnya air lindi masih mencemari tanah dan air milik warga,” kata Kadiv Kampanye dan Advokasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Yogyakarta, Elki Setiyo.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: geomembranKabupaten BantulTPSS SrimulyoTPST PiyunganWalhi Yogyakarta

Editor

Next Post
Ilustrasi pemilahan sampah. Foto blickpixel/pixabay.com.

KLHK Ajak Kadinas LH Pilah Sampah dari Rumah karena TPA adalah Tempat Residu

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi kualitas udara di kota besar yang memburuk. Foto Yamu_Jay/Pixabay.com.Walhi: Pantauan Kualitas Udara Lima Kota Besar Indonesia Memburuk
    In News
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Bergadder/Pixabay.com.Mengenal Hantavirus, Penyakit Zoonosis dengan Rantai Penularan Utama dari Tikus
    In Rehat
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Mengapati dan mendokumentasikan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 2013 dari jauh. Foto Dok. Mirzam Abdurrachman.Erupsi Dukono, Pentingnya Pemahaman Risiko dan Peringatan Dini yang Mudah Dipahami
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Salah satu jenis anggrek Merapi. Foto Dok. TNG Merapi.Anggrek Merapi, Beraroma Wangi dan Mampu Bertahan Saat Erupsi
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media