Senin, 29 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sarang dan Anak Elang Brontok Ditemukan di SM Sermo Kulon Progo

Kamis, 4 Juli 2024
A A
Sarang dan anak Elang Brontok ditemukan di SMSermo Bukit Menoreh, Kulon Progo, DIY. Foto Fajar Purnomo/BKSDA Yogyakarta.

Sarang dan anak Elang Brontok ditemukan di SMSermo Bukit Menoreh, Kulon Progo, DIY. Foto Fajar Purnomo/BKSDA Yogyakarta.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus) adalah kerabat terdekat dari Elang Jawa yang dianggap identik dengan lambang negara Garuda Pancasila. Jenis elang berukuran sedang ini termasuk jenis satwa dilindungi dalam lampiran Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) Nomor 106 Tahun 2018. Populasi jenis burung pemangsa yang tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Bali ini secara umum mengalami gangguan akibat kehilangan habitat akibat perburuan dan perdagangan ilegal.

Di Yogyakarta, Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Lukita Awang Nistyantara menjelaskan, Elang Brontok termasuk satwa yang tidak umum dijumpai. Data Balai KSDA Yogyakarta menunjukkan bahwa perjumpaan Elang Brontok hanya tercatat 12 kali. Sebagian kecil perjumpaan terjadi di wilayah Kabupaten Kulon Progo. Jumlah ini jauh lebih sedikit dibandingkan jenis Elang Ular Bido.

Namun usai melalui patroli dan monitoring oleh Petugas Resort Konservasi Wilayah (RKW) Sermo-Menoreh, Balai KSDA Yogyakarta, dijumpai sarang Elang Brontok dalam keadaan aktif di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Sermo pada 1 Juli 2024.

Baca Juga: Juli-Agustus Puncak Kemarau, Potensi Hujan Masih Berlangsung 5-11 Juli

Seekor anak Elang Brontok yang diperkirakan berusia 1-2 minggu terpantau mendiami sebuah sarang yang tersusun dari ranting-ranting pohon. Sarang terletak di atas pohon Mahoni dengan ketinggian sekitar 25 meter dari permukaan tanah.

Catatan perjumpaan aktif ini menjadi sangat penting setelah Balai KSDA Yogyakarta melakukan beberapa kali pelepasan Elang Brontok di dalam kawasan SM Sermo maupun area di sekitarnya. Sebelumnya BKSDA Yogyakarta pernah melepasliarkan Elang Brontok di Pegunungan Menoreh sebanyak 2 ekor, 1 ekor pada 7 Oktober 2021 di Jatimulyo dan 1 ekor di SM Sermo pada 18 September 2023.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BKSDA YogyakartaElang BrontokKabupaten Kulon Progo

Editor

Next Post
Warga Sitimulyo menolak pembangunan TPSS Sitimulyo di Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, 2 Juli 2024. Foto Dok. Walhi Yogyakarta.

Warga Sitimulyo Tolak TPSS Srimulyo di Bantul, Khawatir Cemari Sawah dan Lingkungan

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media