Minggu, 25 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Google Doodle Peringati Setahun Tempe Mendoan Jadi Warisan Budaya Takbenda

Tempe mendoan adalah makanan khas Banyumas. Dan hari ini jadi tema Google Doodle.

Sabtu, 29 Oktober 2022
A A
Ilustrasi tempe goreng. Foto dyahahsina/pixabay.com

Ilustrasi tempe goreng. Foto dyahahsina/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Hari ini, 29 Oktober 2022, Doodle menampilkan ilustrasi tempe mendoan. Digambar oleh artis tamu Reza Dwi Setyawan yang berbasis di Semarang, Jawa Tengah. Ilustrasi itu menggambarkan proses memotong tempe tipis-tipis, memberi bumbu, menggoreng, hingga disajikan. Jadilah tempe mendoan, makanan khas Banyumas, Jawa Tengah.

Mengapa ilustrasi tempe mendoan tampil di Google Doodle hari ini?

Ternyata, hari ini adalah tepat satu tahun tempe mendoan ditasbihkan menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) untuk kategori Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional. Tepatnya, 21 Oktober 2021 melalui hasil Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2021 oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. Usulan penetapan itu telah diajukan sejak 2020.

Baca Juga: World Energy Outlook 2022: Perang Rusia – Ukraina Percepat Transisi Energi

Tempe yang menjadi bahan baku tempe mendoan ini merupakan makanan fermentasi asal Indonesia yang berusia 400 tahun. Bahan bakunya dari kedelai. Tak heran, saat harga kedelai menjulang karena langka di pasaran, produksi tempe pun acapkali terimbas.

Melansir dari laman Google Doodle, tempe pertama kali didokumentasikan pada tahun 1600-an di Desa Tembayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Makanan berprotein nabati itu tercatat dalam Serat Centhini, kompilasi dua belas jilid kisah dan ajaran Jawa, yang ditulis dalam bentuk syair dan diterbitkan pada 1814.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Google Doodleharga kedelaimakanan khas Bnayumaspasar tradisionalReza Dwi Setyawantempe gorengtempe mendoan

Editor

Next Post
Aksi solidaritas perempuan Yogyakarta mengecam kekerasan di Iran. Foto dok. LBH Yogyakarta

Aksi Solidaritas Perempuan Yogyakarta Mengecam Kekerasan di Iran

Discussion about this post

TERKINI

  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media