Minggu, 4 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Google Doodle Peringati Setahun Tempe Mendoan Jadi Warisan Budaya Takbenda

Tempe mendoan adalah makanan khas Banyumas. Dan hari ini jadi tema Google Doodle.

Sabtu, 29 Oktober 2022
A A
Ilustrasi tempe goreng. Foto dyahahsina/pixabay.com

Ilustrasi tempe goreng. Foto dyahahsina/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Hari ini, 29 Oktober 2022, Doodle menampilkan ilustrasi tempe mendoan. Digambar oleh artis tamu Reza Dwi Setyawan yang berbasis di Semarang, Jawa Tengah. Ilustrasi itu menggambarkan proses memotong tempe tipis-tipis, memberi bumbu, menggoreng, hingga disajikan. Jadilah tempe mendoan, makanan khas Banyumas, Jawa Tengah.

Mengapa ilustrasi tempe mendoan tampil di Google Doodle hari ini?

Ternyata, hari ini adalah tepat satu tahun tempe mendoan ditasbihkan menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) untuk kategori Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional. Tepatnya, 21 Oktober 2021 melalui hasil Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2021 oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. Usulan penetapan itu telah diajukan sejak 2020.

Baca Juga: World Energy Outlook 2022: Perang Rusia – Ukraina Percepat Transisi Energi

Tempe yang menjadi bahan baku tempe mendoan ini merupakan makanan fermentasi asal Indonesia yang berusia 400 tahun. Bahan bakunya dari kedelai. Tak heran, saat harga kedelai menjulang karena langka di pasaran, produksi tempe pun acapkali terimbas.

Melansir dari laman Google Doodle, tempe pertama kali didokumentasikan pada tahun 1600-an di Desa Tembayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Makanan berprotein nabati itu tercatat dalam Serat Centhini, kompilasi dua belas jilid kisah dan ajaran Jawa, yang ditulis dalam bentuk syair dan diterbitkan pada 1814.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Google Doodleharga kedelaimakanan khas Bnayumaspasar tradisionalReza Dwi Setyawantempe gorengtempe mendoan

Editor

Next Post
Aksi solidaritas perempuan Yogyakarta mengecam kekerasan di Iran. Foto dok. LBH Yogyakarta

Aksi Solidaritas Perempuan Yogyakarta Mengecam Kekerasan di Iran

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media