Sabtu, 6 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Google Doodle Peringati Setahun Tempe Mendoan Jadi Warisan Budaya Takbenda

Tempe mendoan adalah makanan khas Banyumas. Dan hari ini jadi tema Google Doodle.

Sabtu, 29 Oktober 2022
A A
Ilustrasi tempe goreng. Foto dyahahsina/pixabay.com

Ilustrasi tempe goreng. Foto dyahahsina/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Menyenangkan, Cuaca Jakarta Pagi hingga Malam Cerah

Cara pengemasannya pun unik. Berbagai daun dapat digunakan untuk membungkus tempe selama fermentasi. Zaman dulu dibungkus dengan daun waru, jati, dan jambu. Dan kini dengan daun pisang. Namun yang paling sering ditemukan adalah dikemas dalam plastik. Sudah jarang menemukan tempe yang dibungkus dengan daun waru, termasuk di pasar tradisional sekalipun.

Mengonsumsi tempe punya manfaat kesehatan, seperti meningkatkan kesehatan usus dan otak. Apalagi tempe kaya akan nutrisi seperti protein, serat, prebiotik, dan vitamin B12.

Baca Juga: Banjir Landa Lamsel dan Majene, BNPB Laporkan Dua Orang Meninggal Dunia

Sementara cara mengonsumsinya ada yang digoreng dengan tambahan bumbu dan potongan loncang. Rasanya gurih. Ada yang direbus untuk dibacem dengan campuran gula merah atau kecap. Produknya berasa manis. Ada juga yang langsung menjadi campuran sayur yang direbus. Bahkan ada yang jadi bahan sambal, namanya sambal tempe. Cukup dengan tambahan cabai, bawng putih, garam, dan sambal tempe. Disantap dengan nasi hangat, serasa sudah tak perlu pakai tambahan lauk lainnya. Nglawuhi, begitu istilah Bahasa Jawa-nya.

Tak terkecuali tempe mendoan. Dipotong tipis-tipis, dicelup dalam adonan terigu berbumbu, lalu digoreng. Disajikan dalam kondisi hangat. Dan jangan lupa dicocol sambal kecap sebelum dilahap. Jadi teman santai dan hangat pada musim penghujan. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Google Doodleharga kedelaimakanan khas Bnayumaspasar tradisionalReza Dwi Setyawantempe gorengtempe mendoan

Editor

Next Post
Aksi solidaritas perempuan Yogyakarta mengecam kekerasan di Iran. Foto dok. LBH Yogyakarta

Aksi Solidaritas Perempuan Yogyakarta Mengecam Kekerasan di Iran

Discussion about this post

TERKINI

  • Pakar Pencemaran dan Toksikologi IPB University, Prof. Etty Riani. Foto Dok. Harita.Etty Riani, Sampah Muara Angke Ancam Ekosistem Mangrove
    In Sosok
    Sabtu, 6 Juni 2026
  • Tanggul laut raksasa di pantai utara Jakarta. Foto SDA PU.Menteri Jumhur: Giant Sea Wall Bukan Solusi Tunggal Rob Pantura, Penanaman Air Solusi Tanah Amblas
    In Lingkungan
    Sabtu, 6 Juni 2026
  • Beberapa pulau-pulau kecil di Raja Ampat, Papua Barat Daya tampak gundul akibat penambangan nikel. Foto Dok. AMAN.Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pembangunan Ekstraktif di Papua Sumbang 70 Persen Deforestasi Nasional
    In Lingkungan
    Jumat, 5 Juni 2026
  • Rakor kesiapsiagaan menghadapi kemaru 2026 di Jawa Barat. Foto Dok. BMKG.Antisipasi Kekeringan 2026, TNI AD Pilih Lakukan Pengeboran Sumur
    In News
    Jumat, 5 Juni 2026
  • Ilustrasi bandara antariksa. Foto www.gov.u.LBH Papua Kecam Rencana Pengukuran Lokasi Bandar Antariksa di Biak Numfor
    In News
    Kamis, 4 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media