Senin, 20 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Google Doodle Peringati Setahun Tempe Mendoan Jadi Warisan Budaya Takbenda

Tempe mendoan adalah makanan khas Banyumas. Dan hari ini jadi tema Google Doodle.

Sabtu, 29 Oktober 2022
A A
Ilustrasi tempe goreng. Foto dyahahsina/pixabay.com

Ilustrasi tempe goreng. Foto dyahahsina/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Menyenangkan, Cuaca Jakarta Pagi hingga Malam Cerah

Cara pengemasannya pun unik. Berbagai daun dapat digunakan untuk membungkus tempe selama fermentasi. Zaman dulu dibungkus dengan daun waru, jati, dan jambu. Dan kini dengan daun pisang. Namun yang paling sering ditemukan adalah dikemas dalam plastik. Sudah jarang menemukan tempe yang dibungkus dengan daun waru, termasuk di pasar tradisional sekalipun.

Mengonsumsi tempe punya manfaat kesehatan, seperti meningkatkan kesehatan usus dan otak. Apalagi tempe kaya akan nutrisi seperti protein, serat, prebiotik, dan vitamin B12.

Baca Juga: Banjir Landa Lamsel dan Majene, BNPB Laporkan Dua Orang Meninggal Dunia

Sementara cara mengonsumsinya ada yang digoreng dengan tambahan bumbu dan potongan loncang. Rasanya gurih. Ada yang direbus untuk dibacem dengan campuran gula merah atau kecap. Produknya berasa manis. Ada juga yang langsung menjadi campuran sayur yang direbus. Bahkan ada yang jadi bahan sambal, namanya sambal tempe. Cukup dengan tambahan cabai, bawng putih, garam, dan sambal tempe. Disantap dengan nasi hangat, serasa sudah tak perlu pakai tambahan lauk lainnya. Nglawuhi, begitu istilah Bahasa Jawa-nya.

Tak terkecuali tempe mendoan. Dipotong tipis-tipis, dicelup dalam adonan terigu berbumbu, lalu digoreng. Disajikan dalam kondisi hangat. Dan jangan lupa dicocol sambal kecap sebelum dilahap. Jadi teman santai dan hangat pada musim penghujan. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Google Doodleharga kedelaimakanan khas Bnayumaspasar tradisionalReza Dwi Setyawantempe gorengtempe mendoan

Editor

Next Post
Aksi solidaritas perempuan Yogyakarta mengecam kekerasan di Iran. Foto dok. LBH Yogyakarta

Aksi Solidaritas Perempuan Yogyakarta Mengecam Kekerasan di Iran

Discussion about this post

TERKINI

  • Petani pasir lahan pantai di Kulon Progo tengah menyirami lahan cabenya. Foto Dok. Soetana Monang Hasibuan/Wanaloka.com.20 Tahun PPLP Kulon Progo, Menanam adalah Melawan Apa?
    In Sosok
    Minggu, 19 April 2026
  • Ilustrasi TPA open dumping. Foto khoinguyenfoto/pixabay.com.Praktik TPA Open Dumping Ditutup Akhir Juli 2026
    In News
    Sabtu, 18 April 2026
  • Ketebalan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua tinggal 4 meter pada 2024. Foto Dok. BMKG.Salju Abadi Puncak Jaya akan Hilang, Kurangi Pemakaian Bahan Bakar Fosil
    In IPTEK
    Sabtu, 18 April 2026
  • Hari Hemofilia Sedunia. Foto satheeshsankaran/pixabay.com.Hemofilia, Penyakit Bangsawan Britania Raya yang Ditemukan Saat Anak Usai Sunat di Indonesia
    In Rehat
    Jumat, 17 April 2026
  • Komisi III DPR RI menggelar RDPU dengan petani Pino Raya. Foto Istimewa.Petani Pino Raya Ditembak dan Jadi Tersangka, DPR Janjikan Rapat Dengar Pendapat
    In News
    Jumat, 17 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media