Selasa, 17 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi, Pakar Dorong Mitigasi Berbasis Sains

Selasa, 10 Desember 2024
A A
Gunung Lewotobi Laki-laki kembali erupsi, Selasa,10 Desember 2024 pukul 06.07 WITA. Foto Magma Indonesia.

Gunung Lewotobi Laki-laki kembali erupsi, Selasa,10 Desember 2024 pukul 06.07 WITA. Foto Magma Indonesia.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Usai sempat terhenti, Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur kembali erupsi, Selasa, 10 Desember 2024, pukul 06:07 WITA. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 2000 meter di atas puncak (sekitar 3584 meter di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut.

Berdasarkan data Magma Indonesia pada Desember ini, gunung tersebut tercatat mengalami dua kali erupsi. Sebelum 10 Desember 2024, erupsi terjadi pada Kamis, 5 Desember 2024, pukul 05:30 WITA. Tinggi kolom letusan saat itu teramati sekitar 1200 meter di atas puncak (sekitar 2784 meter di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal ke arah utara. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 13.3 mm dan durasi 396 detik.

Sementara erupsi terakhir pada November 2024 terjadi pada 27 November 2024 pukul 05:09 WITA dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 2500 meter di atas puncak (sekitar 4084 meter di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat.

Baca Juga: Analisis BMKG Ini Pemicu Gempa Menengah di Kepulauan Talaud

Terkait erupsi hari ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merekomendasikan masyarakat dan pengunjung tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi dan sektoral Barat Daya – Utara – Timur Laut sejauh 7 Km.

Masyarakat di sekitar gunung ini diminta untuk waspada atas potensi banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di puncak. Terutama apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi di daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Klatanlo, Hokengjaya, Boru, Nawakote.

Kolaborasi mitigasi berbasis sains dan teknologi

Tim Peneliti Vulkanologi dari program studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik dan dan Departemen Geografi Lingkungan, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menilai peristiwa bencana erupsi gunung api ini menjadi peringatan akan pentingnya penguatan sistem mitigasi bencana berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan edukasi publik yang lebih inklusif.

Baca Juga: Modifikasi Cuaca BMKG Berhasil Kurangi Risiko Bencana Hidrometeorologi di Jakarta

Apalagi ketinggian kolom erupsi gunung ini cukup tinggi. Bahkan pernah mencapai sekitar 12 kilometer pada awal November 2024. Sementara tipe erupsi Gunung Lewotobi tergolong tipe Stromboli dengan kolom erupsi maksimal 2 km.

“Ini menunjukkan adanya dinamika baru dalam aktivitas vulkaniknya,” kata Guru Besar Bidang Ilmu Vulkanologi Fakultas Teknik UGM, Prof. Agung Harijoko.

Selain ancaman langsung dari letusan, dampak tidak langsung berupa sebaran abu vulkanik menjadi masalah serius. Abu ini merusak tanaman, mengancam kesehatan masyarakat, serta mengganggu aktivitas ekonomi, termasuk penghentian sementara penerbangan di wilayah tersebut.

Baca Juga: Tiga Fokus Penanganan Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Sukabumi

“Kondisi ini menjadi tantangan besar, terutama dalam memastikan keselamatan masyarakat dan keberlangsungan aktivitas ekonomi di sekitar wilayah terdampak,” imbuh dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Fakultas Teknik UGMGunung Lewotobi Laki-lakiMagma Indonesiasistem monitoring gunung apiTim Peneliti Vulkanologi

Editor

Next Post
Pendirian lokasi pengungsi terpusat dan pendampingan psikososial dilakukan dalam penanganan terhadap warga terdampak bencana Sukabumi, Jawa Barat. Foto BNPB.

Penanganan Warga Terdampak Bencana Sukabumi, Pengungsian Terpusat hingga Psikososial

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ikan mati massal. Foto akbarnemati/pixabay.com.Ikan Dewa Mati Massal di Kuningan, Apa Penyebabnya?
    In Rehat
    Kamis, 12 Februari 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media