Minggu, 7 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi, Pakar Dorong Mitigasi Berbasis Sains

Selasa, 10 Desember 2024
A A
Gunung Lewotobi Laki-laki kembali erupsi, Selasa,10 Desember 2024 pukul 06.07 WITA. Foto Magma Indonesia.

Gunung Lewotobi Laki-laki kembali erupsi, Selasa,10 Desember 2024 pukul 06.07 WITA. Foto Magma Indonesia.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Usai sempat terhenti, Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur kembali erupsi, Selasa, 10 Desember 2024, pukul 06:07 WITA. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 2000 meter di atas puncak (sekitar 3584 meter di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut.

Berdasarkan data Magma Indonesia pada Desember ini, gunung tersebut tercatat mengalami dua kali erupsi. Sebelum 10 Desember 2024, erupsi terjadi pada Kamis, 5 Desember 2024, pukul 05:30 WITA. Tinggi kolom letusan saat itu teramati sekitar 1200 meter di atas puncak (sekitar 2784 meter di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal ke arah utara. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 13.3 mm dan durasi 396 detik.

Sementara erupsi terakhir pada November 2024 terjadi pada 27 November 2024 pukul 05:09 WITA dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 2500 meter di atas puncak (sekitar 4084 meter di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat.

Baca Juga: Analisis BMKG Ini Pemicu Gempa Menengah di Kepulauan Talaud

Terkait erupsi hari ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merekomendasikan masyarakat dan pengunjung tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi dan sektoral Barat Daya – Utara – Timur Laut sejauh 7 Km.

Masyarakat di sekitar gunung ini diminta untuk waspada atas potensi banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di puncak. Terutama apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi di daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Klatanlo, Hokengjaya, Boru, Nawakote.

Kolaborasi mitigasi berbasis sains dan teknologi

Tim Peneliti Vulkanologi dari program studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik dan dan Departemen Geografi Lingkungan, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menilai peristiwa bencana erupsi gunung api ini menjadi peringatan akan pentingnya penguatan sistem mitigasi bencana berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan edukasi publik yang lebih inklusif.

Baca Juga: Modifikasi Cuaca BMKG Berhasil Kurangi Risiko Bencana Hidrometeorologi di Jakarta

Apalagi ketinggian kolom erupsi gunung ini cukup tinggi. Bahkan pernah mencapai sekitar 12 kilometer pada awal November 2024. Sementara tipe erupsi Gunung Lewotobi tergolong tipe Stromboli dengan kolom erupsi maksimal 2 km.

“Ini menunjukkan adanya dinamika baru dalam aktivitas vulkaniknya,” kata Guru Besar Bidang Ilmu Vulkanologi Fakultas Teknik UGM, Prof. Agung Harijoko.

Selain ancaman langsung dari letusan, dampak tidak langsung berupa sebaran abu vulkanik menjadi masalah serius. Abu ini merusak tanaman, mengancam kesehatan masyarakat, serta mengganggu aktivitas ekonomi, termasuk penghentian sementara penerbangan di wilayah tersebut.

Baca Juga: Tiga Fokus Penanganan Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Sukabumi

“Kondisi ini menjadi tantangan besar, terutama dalam memastikan keselamatan masyarakat dan keberlangsungan aktivitas ekonomi di sekitar wilayah terdampak,” imbuh dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Fakultas Teknik UGMGunung Lewotobi Laki-lakiMagma Indonesiasistem monitoring gunung apiTim Peneliti Vulkanologi

Editor

Next Post
Pendirian lokasi pengungsi terpusat dan pendampingan psikososial dilakukan dalam penanganan terhadap warga terdampak bencana Sukabumi, Jawa Barat. Foto BNPB.

Penanganan Warga Terdampak Bencana Sukabumi, Pengungsian Terpusat hingga Psikososial

Discussion about this post

TERKINI

  • Pakar Pencemaran dan Toksikologi IPB University, Prof. Etty Riani. Foto Dok. Harita.Etty Riani, Sampah Muara Angke Ancam Ekosistem Mangrove
    In Sosok
    Sabtu, 6 Juni 2026
  • Tanggul laut raksasa di pantai utara Jakarta. Foto SDA PU.Menteri Jumhur: Giant Sea Wall Bukan Solusi Tunggal Rob Pantura, Penanaman Air Solusi Tanah Amblas
    In Lingkungan
    Sabtu, 6 Juni 2026
  • Beberapa pulau-pulau kecil di Raja Ampat, Papua Barat Daya tampak gundul akibat penambangan nikel. Foto Dok. AMAN.Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pembangunan Ekstraktif di Papua Sumbang 70 Persen Deforestasi Nasional
    In Lingkungan
    Jumat, 5 Juni 2026
  • Rakor kesiapsiagaan menghadapi kemaru 2026 di Jawa Barat. Foto Dok. BMKG.Antisipasi Kekeringan 2026, TNI AD Pilih Lakukan Pengeboran Sumur
    In News
    Jumat, 5 Juni 2026
  • Ilustrasi bandara antariksa. Foto www.gov.u.LBH Papua Kecam Rencana Pengukuran Lokasi Bandar Antariksa di Biak Numfor
    In News
    Kamis, 4 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media