Jumat, 22 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Penanganan Warga Terdampak Bencana Sukabumi, Pengungsian Terpusat hingga Psikososial

Rabu, 11 Desember 2024
A A
Pendirian lokasi pengungsi terpusat dan pendampingan psikososial dilakukan dalam penanganan terhadap warga terdampak bencana Sukabumi, Jawa Barat. Foto BNPB.

Pendirian lokasi pengungsi terpusat dan pendampingan psikososial dilakukan dalam penanganan terhadap warga terdampak bencana Sukabumi, Jawa Barat. Foto BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Penanganan dampak bencana Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus dilakukan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah menyiapkan lokasi pengungsian terpusat. Hal ini disebabkan warga terdampak bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada 4 Desember 2024, mengungsi di sejumlah tempat.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Lukmansyah menyebutkan, pengungsian terpusat dilakukan sebagai upaya efisiensi distribusi bantuan kepada para pengungsi yang tersebar di beberapa titik pengungsian.

“Ini sebagai upaya efisiensi distribusi bantuan untuk para pengungsi yang tersebar di beberapa titik pengungsian mandiri, di wilayah Kecamatan Bantargadung,” kata Lukmansyah usai meninjau lokasi pada Selasa, 10 Desember 2024.

Baca Juga:  Tiga Fokus Penanganan Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Sukabumi

Berdasarkan data yang dirilis BNPB pada Rabu, 11 Desember 2024. Jumlah warga terdampak bencana Sukabumi mengalami penambahan menjadi 10.237 warga (sebelumnya 10.160 warga). Sedangkan jumlah pengungsi mengalami penurunan dari 3.064 pengungsi kini 2.988 pengungsi.

Sedangkan data kerusakan rumah warga dampak bencana Sukabumi,  sebanyak 57 unit kategori rusak berat, 144 unit rumah rusak sedang, dan rumah rusak ringan 88 unit.

Korban yang hilang dan masih dalam pencarian, dan dinyatakan meninggal dunia, Eros (80 tahun) warga Desa Rambay, dan Ojang (53 tahun) Desa Sirnasari. Pencarian terhadap kedua korban kini dialihkan kepada tim SAR setempat.

Baca Juga: Modifikasi Cuaca BMKG Berhasil Kurangi Risiko Bencana Hidrometeorologi di Jakarta

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Banjir Bandang dan Longsor SukabumiBencana SukabumiKabupaten SukabumiProvinsi Jawa Barat

Editor

Next Post
18 marga Suku Wambon di Boven Digoel menolak izin perusahaan sawit untuk beroperasi di hutan adat Papua. Foto Dok. LBH Papua Pos Merauke.

Masyarakat Adat di Boven Digoel Tolak Izin Usaha Sawit di Hutan Adat Papua

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi kualitas udara di kota besar yang memburuk. Foto Yamu_Jay/Pixabay.com.Walhi: Pantauan Kualitas Udara Lima Kota Besar Indonesia Memburuk
    In News
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Bergadder/Pixabay.com.Mengenal Hantavirus, Penyakit Zoonosis dengan Rantai Penularan Utama dari Tikus
    In Rehat
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Mengapati dan mendokumentasikan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 2013 dari jauh. Foto Dok. Mirzam Abdurrachman.Erupsi Dukono, Pentingnya Pemahaman Risiko dan Peringatan Dini yang Mudah Dipahami
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Salah satu jenis anggrek Merapi. Foto Dok. TNG Merapi.Anggrek Merapi, Beraroma Wangi dan Mampu Bertahan Saat Erupsi
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media