Daryono mengungkapkan, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Banda, memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).
Gempa 5,6 magnitudo Laut Banda, Maluku ini dirasakan hingga skala intensitas IV MMI di daerah Maluku Tengah dan Maluku Barat Daya.
“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami,” sebut Daryono.
Baca juga: Libur Nataru di Yogyakarta, Potensi Hujan Lebat, Kemacetan dan Dampak Sosial Warga Lokal
Gempa ketiga di hari pertama tahun 2026, dilaporkan BMKG terjadi di darat wilayah Provinsi Papua Pegunungan, pukul 13.02 WIB. Gempa skala 5,4 magnitudi mengguncang wilayah Lanny Jaya, dengan pusat gempa atau episenter terletak pada koordinat 4,22 derajat Lintang Selatan, 138,44 derajat Bujur Timur, berlokasi di darat pada jarak 30 kilometer arah Tenggara Lanny Jaya, Papua Pegunungan, pada kedalaman 135 kilometer.
“Gempa merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya deformasi batuan. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” sebut Daryono.
Guncangan gempa ini dirasakan di daerah Wamena dengan skala intensitas II hingga III MMI, yakni getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Menurut Dayono, hingga pukul 13.17 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock. [WLC01]
Sumber: BMKG







Discussion about this post