Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hujan Abu di Boyolali dan Magelang Akibat Awan Panas Merapi 2 Kilometer

Sabtu, 2 Desember 2023
A A
Luncuran awan panas Gunung Merapi pada 1 Desember 2023 malam. Foto CCTV BPPTKG - Badan Geologi.

Luncuran awan panas Gunung Merapi pada 1 Desember 2023 malam. Foto CCTV BPPTKG - Badan Geologi.

Share on FacebookShare on Twitter

Ia juga akan mengundang Kepala Desa Tlogolele dan Klakah, Camat Selo dan seluruh unsur Forkopimcam untuk mereview rencana kontijensi pada Selasa pekan depan. Langkah tersebut diambil usai berkomunikasi dengan Kepala BPTTKG terkait aktivitas vulkanik Merapi. Sebab peningkatan kapasitas masyarakat harus lebih ditingkatkan untuk langkah mitigasi dan kesiapsiagaan dari adanya fenomena APG Gunung Merapi yang masih terjadi hingga hari ini.

“Kami akan meninjau kembali rencana kontijensi. Ini kaitannya dengan peningkatan kapasitas masyarakat,” kata Suratno.

Baca Juga: Warga Wadas Gugat Pemerintah dengan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum

Abu Vulkanik Sampai ke Magelang
Abu vulkanik dampak dari APG Merapi juga dilaporkan sampai ke wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kepala Pelaksana BPBD Magelang, Edi Wasono menyebutkan bahwa Desa Banyoroto dan Wonolelo di Kecamatan Sawangan turut merasakan dampak tersebut. Namun intensitas hujan abu ringan dan tidak mengganggu aktivitas warga.

“Kami langsung turun membagikan masker ke desa terdampak. Tim kami juga standby siaga di sana,” ujar Edi.

Fenomena APG Merapi tersebut merupakan bagian dari rentetan aktivitas vulkanik yang terjadi sejak 11 Mei 2018 yang terus meningkat hingga November 2020. Peningkatan aktivitas vulkanik itu membuat status Gunung Merapi masih tetap di level III atau Siaga sejak 5 November 2020.

Baca Juga: Cegah Penularan Pneumonia dengan Jaga Jarak dan Hidup Bersih

BPPTKG juga merilis potensi bahaya hingga saat ini berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Di sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

BPPTKG juga memberikan rekomendasi kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat juga diminta untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Merapi serta mewaspadai bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan di seputar Merapi. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Merapi akan segera ditinjau kembali. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: abu vulkanikawan panas guguranerupsi MerapiGunung MerapiKabupaten BoyolaliKabupaten Magelangwedus gembel

Editor

Next Post
Suasana usai banjir bandang membawa bebatuan besar di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, 2 Desember 2023. Foto Dok. BPBD Humbang Hasundutan.

Banjir Bandang Bawa Bebatuan Besar di Humbang Hasundutan, 12 Warga Hilang

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media