Senin, 12 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut

Perlu perubahan arah pembangunan di Pulau Jawa dengan pemulihan melalui tata kelola ruang yang berkeadilan, mengevaluasi Undang-Undang Cipta Kerja dan rencana pembangunan nasional.

Senin, 9 Februari 2026
A A
Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.

Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai rangkaian bencana ekologis yang terus berulang di Pulau Jawa menunjukkan gejala yang semakin mengkhawatirkan. Banjir, longsor, rob, dan krisis air yang terjadi hampir setiap tahun tidak lagi dapat dipahami peristiwa alam semata. Melainkan dampak dari pilihan kebijakan pembangunan, tata ruang, dan pengelolaan sumber daya alam yang mengabaikan batas ekologi.

Dalam diskusi lintas daerah yang melibatkan Walhi Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur terungkap kerusakan wilayah hulu hingga pesisir berlangsung secara sistemis.

Di Jakarta, peningkatan kejadian banjir terjadi seiring masifnya pembangunan yang menutup ruang resapan air. Pengkampanye Walhi Jakarta, Muhammad Aminullah menjelaskan, sekitar 90 persen permukaan Jakarta sudah tertutup beton dan aspal. Air hujan tidak lagi punya ruang untuk meresap, sehingga banjir menjadi sesuatu yang dinormalisasi.

“Yang sering dikorbankan justru warga kampung kota, sementara pengembang besar terus diberi ruang,” kata Aminullah.

Baca juga: Kementerian Kehutanan Janji Ungkap Pemodal dan Aktor Intelektual Kematian Gajah di Riau

Tekanan dari wilayah hulu juga semakin terasa. Alih fungsi lahan di daerah aliran sungai (DAS) besar seperti Ciliwung, Citarum, dan Cisadane yang menjadi kawasan tangkapan air di Jawa Barat, terjadi secara masif.

Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Jawa Barat, Siti Hannah Alaydrus menyampaikan lebih dari 2.300 hektare lahan di wilayah sungai telah beralih fungsi dalam kurun 2017–2023. Jawa Barat diperlakukan sebagai ruang investasi dan Proyek Strategis Nasional, tanpa mempertimbangkan daya dukung lingkungan.

“Dampaknya bukan hanya dirasakan di hulu, tapi juga oleh jutaan warga di wilayah hilir,” ujar dia.

Situasi serupa terjadi di Jawa Tengah. Manajer Media dan Kampanye Walhi Jawa Tengah, Azalya Tilaar menuturkan banjir dan longsor kini telah menjadi rutinitas tahunan di hampir seluruh kabupaten dan kota. Selama 10 tahun terakhir, pihaknya mencatat deforestasi sekitar 11 ribu hektar, terutama di kawasan hutan lindung dan produksi.

Baca juga: Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 

“Namun setiap bencana, yang disalahkan selalu hujan ekstrem, bukan kebijakan tata ruang dan perizinan yang terus melonggarkan eksploitasi,” kata Azalya.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bencana ekologisKebijakan Tata RuangPulau JawaWalhi

Editor

Next Post
Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.

Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media