Rabu, 13 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis

Gejala awal infeksi virus Nipah kerap tidak khas sehingga sulit dikenali sejak awal dan berpotensi terlambat terdiagnosis secara klinis.

Selasa, 10 Februari 2026
A A
Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.

Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Penyebaran virus Nipah yang merupakan penyakit zoonosis dengan tingkat fatalitas tinggi memunculkan kekhawatiran. Sebab infeksi virus ini dapat menyerang sistem saraf dan menyebabkan komplikasi serius hingga kematian.

Tingkat kematian akibat virus Nipah sangat dipengaruhi kesiapan sistem kesehatan dan kecepatan penanganan klinis. Pada sejumlah wabah, angka kematian tercatat jauh lebih besar dibandingkan jumlah kasus yang terkonfirmasi.

“Case fatality rate virus Nipah diperkirakan berkisar antara 40 hingga 75 persen, bergantung pada sistem kesehatan dan penanganan klinis,” ungkap Dosen Departemen Mikrobiologi FK-KMK UGM sekaligus Dokter Spesialis Mikrobiologi Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, M. Edwin Widyanto Daniwijaya Edwin, Selasa, 10 Februari 2026.

Selain tingkat fatalitas yang tinggi, virus Nipah memiliki kemampuan menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan perburukan klinis yang cepat. Infeksi dapat berkembang menjadi ensefalitis atau peradangan serius pada jaringan otak dengan gejala neurologis yang serius.

Baca juga: Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut

Kondisi ini sering disertai penurunan kesadaran dan kejang dalam waktu singkat. Kerusakan neurologis yang terjadi berpotensi berujung pada kematian.

“Virus ini bisa menyerang otak dan memicu penurunan kesadaran, kejang, hingga kematian dalam waktu relatif singkat,” Edwin berujar.

Gejala awal infeksi virus Nipah kerap tidak khas sehingga sulit dikenali sejak awal. Pada fase awal keluhan yang muncul menyerupai infeksi virus pada umumnya. Kondisi ini membuat banyak kasus berpotensi terlambat terdiagnosis secara klinis. Keterlambatan pengenalan penyakit berpengaruh terhadap risiko perburukan.

“Pasien biasanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, dan nyeri tenggorokan,” kata dia.

Baca juga: Kementerian Kehutanan Janji Ungkap Pemodal dan Aktor Intelektual Kematian Gajah di Riau

Seiring perjalanan penyakit, gejala dapat berkembang menjadi lebih berat dalam hitungan hari. Pasien bisa mengalami disorientasi, penurunan kesadaran, hingga kejang sebagai tanda keterlibatan sistem saraf. Bahkan pada sebagian kasus, gangguan pernapasan turut menyertai kondisi tersebut.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Covid-19FK-KMK UGMSistem Saraf PusatVirus Nipah

Editor

Next Post
Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.

Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi kualitas udara di kota besar yang memburuk. Foto Yamu_Jay/Pixabay.com.Walhi: Pantauan Kualitas Udara Lima Kota Besar Indonesia Memburuk
    In News
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Bergadder/Pixabay.com.Mengenal Hantavirus, Penyakit Zoonosis dengan Rantai Penularan Utama dari Tikus
    In Rehat
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Mengapati dan mendokumentasikan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 2013 dari jauh. Foto Dok. Mirzam Abdurrachman.Erupsi Dukono, Pentingnya Pemahaman Risiko dan Peringatan Dini yang Mudah Dipahami
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Salah satu jenis anggrek Merapi. Foto Dok. TNG Merapi.Anggrek Merapi, Beraroma Wangi dan Mampu Bertahan Saat Erupsi
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media