Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hutan, Penjaga Keseimbangan Air untuk Atasi Krisis Iklim

Sabtu, 15 Maret 2025
A A
Ilustrasi lahan gambut. Foto Dok. Cifor.

Ilustrasi lahan gambut. Foto Dok. Cifor.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Keberadaan hutan tentunya sangat mempengaruhi ketersediaan air di Bumi. Bukan hanya itu, hutan dan lautan bahkan berfungsi sebagai air conditioner atau pendingin bagi Bumi.

Sementara temperatur permukaan Bumi saat ini cenderung naik atau menghangat. Ini ada pengaruhnya dari Era Antroposen, yaitu ketika aktivitas manusia memiliki dampak global yang signifikan terhadap ekosistem Bumi.

“Dampaknya antara lain adalah perubahan iklim,” kata Kepala Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Albertus Sulaiman dalam webinar mengenai Integrated Water Resource Management (IWRM) to Adapt to Climate Change, Kamis, 13 Maret 2025.

Baca juga: Deklarasi Merauke, Masyarakat Terdampak Serukan Penolakan dan Perlawanan PSN

Sulaiman mengatakan sejak manusia menemukan mineral dan memanfaatkannya, kemudian memicu industrialisasi. Industrialisasi yang masif memicu terjadinya deforestasi. Padahal, hutan memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kelangsungan air di Bumi.

Indonesia memiliki fenomena iklim yang kompleks. Indonesia memiliki monsun dan juga Borneo Vortex. Hidrometeorologi di Indonesia dikarakteristikan memiliki siklus hidrologi hujan sepanjang pesisir, ini disebut dengan sea-breeze circulation. Hal ini disebabkan, awan terkonsentrasi di wilayah ekuatorial dan memiliki daratan.

Ia melanjutkan, monsun ternyata berpengaruh pada level air.

Baca juga: Akademisi dan Legislator Desak Presiden dan Dirut Pertamina Bongkar Mafia Migas

“Saat musim kemarau, terjadi kekeringan akibatnya terjadi kekurangan air. Sebaliknya, di musim hujan jumlah air melimpah sehingga menyebabkan banjir. Salah satu area yang sangat berpengaruh pada fenomena ini adalah hutan gambut,” jelas dia.

Hutan gambut di Indonesia sangat luas. Secara alami, gambut harusnya basah. Namun, saat musim kemarau, level air di gambut bisa mencapai tingkat kritis dan ini menyebabkan lahan mudah terbakar.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINHutanhutan gambutKrisis Iklimperubahan iklim

Editor

Next Post
Ketua PP Muhammadiyah M. Busyro Muqoddas menyalurkan bantuan untuk warga Wadas terdampak PSN, 15 Maret 2025. Foto Dok. Muhammadiyah.

Muhammadiyah Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Wadas Terdampak PSN

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media