Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hutan, Penjaga Keseimbangan Air untuk Atasi Krisis Iklim

Sabtu, 15 Maret 2025
A A
Ilustrasi lahan gambut. Foto Dok. Cifor.

Ilustrasi lahan gambut. Foto Dok. Cifor.

Share on FacebookShare on Twitter

“Seperti yang telah diketahui, kebakaran lahan gambut menyebabkan kabut asap,” kata dia.

Api atau kebakaran lahan gambut tidak terjadi secara tiba-tiba. Sebelum terjadinya kebakaran, didahului dengan berkurangnya level air tanah di area lahan gambut. Dari hasil pengukuran level air, terlihat bahwa air tanah di area lahan gambut menurun dari tahun ke tahun.

Baca juga: Puncak Kemarau 2025 Diprediksi Juni-Agustus, Tak Sekering 2023

“Jika level air di lahan gambut menurun, maka akan menyebabkan sistem yang tidak stabil di area gambut. Inilah yang kemudian menyebabkan banjir di satu waktu dan kekeringan di waktu yang lain,” jelas Sulaiman.

Kondisi ini sebenarnya masih dapat diperbaiki. Hutan hujan dapat menjaga ketersediaan air tanah. Hutan menyebabkan terjadinya flying river yang membawa water vapor (uap air). Uap air ini yang akan menjaga distribusi turunnya hujan. Deforestasi akan mengganggu proses natural terjadinya flying river tersebut sehingga mengakibatkan perubahan pola hujan dan kekeringan.

Webinar Integrated Water Resource Management (IWRM) to Adapt to Climate Change merupakan kerja sama antara Komite Nasional Indonesia untuk Program IHP Unesco dan Indonesia Regional Training Centre (INA-RTC) of World Meteorological Organization.

Baca juga: Tambang Ilegal Asal Kanada Nekad Beroperasi, Warga Sangihe Tuntut Penegakan Hukum

Dalam webinar ini, Chief of Natural Sciences Unit, UNESCO Regional Office in Jakarta, Engin Koncagul, mengatakan bahwa air tanah perlu sistem pengelolaan yang baik. Penurunan level air tanah akibat eksploitasi berlebihan adalah ancaman besar bagi dunia. Padahal, ekosistem Bumi banyak yang bergantung pada air tanah.

Direktur Bina Teknik Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Muhammad Rizal menambahkan, perubahan iklim menjadi tantangan bagi sumber daya air di Indonesia. Perubahan pola hujan membuat permasalahan seperti terlalu sedikit hujan akan menyebabkan kekeringan, sementara terlalu banyak hujan akan menyebabkan banjir. Dengan demikian diperlukan pengelolaan sumber daya air untuk memperbaiki ketahanan air di Indonesia. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BRINHutanhutan gambutKrisis Iklimperubahan iklim

Editor

Next Post
Ketua PP Muhammadiyah M. Busyro Muqoddas menyalurkan bantuan untuk warga Wadas terdampak PSN, 15 Maret 2025. Foto Dok. Muhammadiyah.

Muhammadiyah Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Wadas Terdampak PSN

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media