Sayangnya, ikan ini menghadapi berbagai ancaman, termasuk aktivitas penambangan di wilayah pesisir. Penambangan bisa merusak habitat terumbu karang melalui sedimentasi, polusi, dan peningkatan kekeruhan air yang mengganggu perilaku makan dan komunikasi ikan napoleon.
Ia menguraikan penambangan juga dapat menyebabkan perubahan kimia air laut, seperti peningkatan kadar logam berat, yang berpotensi meracuni ikan dan mengganggu rantai makanan laut.
Baca juga: Dugong, Mamalia Laut yang Dilindungi dan Berperan Menyimpan Karbon
“Gangguan terhadap rantai makanan ini juga akan berdampak pada ketersediaan makanan bagi ikan napoleon dan spesies laut lainnya,” jelas Mukhlis.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa tambang di wilayah pesisir bisa memicu gangguan ekosistem laut secara kompleks dan tidak langsung. Polusi dari tambang dapat mencemari air laut, merusak padang lamun, hutan bakau, serta mengubah dinamika sedimen di pesisir. Akibatnya, proses erosi dan sedimentasi terganggu, yang turut memengaruhi habitat laut.
“Dampak jangka panjangnya bisa berupa perubahan struktur komunitas laut, penurunan biodiversitas, dan kerugian bagi masyarakat pesisir yang bergantung pada sumber daya laut untuk kehidupannya,” papar dia.
Untuk itu, perlu ada tindakan konservasi melalui pembentukan kawasan perlindungan laut serta pengaturan penangkapan ikan napoleon secara ketat. Perlindungan terhadap ikan napoleon urgen dilakukan karena kian terancam akibat aktivitas penambangan di wilayah pesisir.
“Upaya ini tidak hanya untuk menyelamatkan spesies ini, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut secara keseluruhan,” ucap dia. [WLC02]
Sumber: IPB University
Discussion about this post