Kamis, 14 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ikan Napoleon, Penjaga Ekosistem Terumbu Karang yang Terancam Tambang

Penambangan bisa merusak habitat terumbu karang melalui sedimentasi, polusi, dan peningkatan kekeruhan air yang mengganggu perilaku makan dan komunikasi ikan napoleon.

Senin, 30 Juni 2025
A A
Ikan Napoleon. Foto ClickerHappy/pixabay.com.

Ikan Napoleon. Foto ClickerHappy/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

 Wanaloka.com – Ikan napoleon atau Napoleon Wrasse (Cheilinus undulatus) merupakan salah satu spesies ikan karang yang sangat penting untuk dilindungi. Keberadaannya tidak hanya unik secara biologis, tetapi juga berperan krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem terumbu karang.

Ikan napoleon adalah salah satu spesies ikan karang terbesar di dunia. Namun, karena pertumbuhannya lambat dan usia kematangan reproduktifnya lama, spesies ini sangat rentan tertangkap sebelum sempat berkembang biak.

Pakar Biologi Kelautan IPB University, Mohammad Mukhlis Kamal menjelaskan, individu yang tertangkap umumnya adalah ikan muda. Hal tersebut berimplikasi pada kelangsungan populasinya di alam.

Baca juga: Jatam Tegaskan Proyek Baterai Kendaraan Listrik di Halmahera Bukan Solusi, Tapi Ecocide

Ikan ini bersifat hermafrodit yang mengalami perubahan jenis kelamin dari betina menjadi jantan seiring pertambahan usia dan ukuran.

“Jika individu betina tertangkap dalam jumlah besar, maka populasi menjadi tidak seimbang dan terjadi kegagalan dalam proses reproduksi,” imbuh Dosen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University itu.

Dari sisi ekologis, ikan napoleon memiliki peran penting menjaga kesehatan terumbu karang. Hewan ini berfungsi mengendalikan populasi invertebrata laut seperti moluska dan krustasea, serta menjadi indikator lingkungan laut yang sehat.

Baca juga: Jalal Abdul Nasir, 1 Muharram Jadi Momentum Hijrah Ekologis

“Keberadaan mereka sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Jika terumbu karang rusak atau tercemar, populasi ikan napoleon akan langsung terdampak,” jelas dia.

Terancam tambang

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: aktivitas tambangFakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB Universityikan Napoleonterumbu karang

Editor

Next Post
Aksi solidaritas masyarakat Pulau Enggano di Bengkulu, 5 Mei 2025. Foto Dok. AMAN.

DPR Janji Pantau Aksesibilitas Transportasi Masyarakat Adat di Pulau Enggano

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi kualitas udara di kota besar yang memburuk. Foto Yamu_Jay/Pixabay.com.Walhi: Pantauan Kualitas Udara Lima Kota Besar Indonesia Memburuk
    In News
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Bergadder/Pixabay.com.Mengenal Hantavirus, Penyakit Zoonosis dengan Rantai Penularan Utama dari Tikus
    In Rehat
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Mengapati dan mendokumentasikan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 2013 dari jauh. Foto Dok. Mirzam Abdurrachman.Erupsi Dukono, Pentingnya Pemahaman Risiko dan Peringatan Dini yang Mudah Dipahami
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Salah satu jenis anggrek Merapi. Foto Dok. TNG Merapi.Anggrek Merapi, Beraroma Wangi dan Mampu Bertahan Saat Erupsi
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media