Minggu, 8 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ikan Napoleon, Penjaga Ekosistem Terumbu Karang yang Terancam Tambang

Penambangan bisa merusak habitat terumbu karang melalui sedimentasi, polusi, dan peningkatan kekeruhan air yang mengganggu perilaku makan dan komunikasi ikan napoleon.

Senin, 30 Juni 2025
A A
Ikan Napoleon. Foto ClickerHappy/pixabay.com.

Ikan Napoleon. Foto ClickerHappy/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

 Wanaloka.com – Ikan napoleon atau Napoleon Wrasse (Cheilinus undulatus) merupakan salah satu spesies ikan karang yang sangat penting untuk dilindungi. Keberadaannya tidak hanya unik secara biologis, tetapi juga berperan krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem terumbu karang.

Ikan napoleon adalah salah satu spesies ikan karang terbesar di dunia. Namun, karena pertumbuhannya lambat dan usia kematangan reproduktifnya lama, spesies ini sangat rentan tertangkap sebelum sempat berkembang biak.

Pakar Biologi Kelautan IPB University, Mohammad Mukhlis Kamal menjelaskan, individu yang tertangkap umumnya adalah ikan muda. Hal tersebut berimplikasi pada kelangsungan populasinya di alam.

Baca juga: Jatam Tegaskan Proyek Baterai Kendaraan Listrik di Halmahera Bukan Solusi, Tapi Ecocide

Ikan ini bersifat hermafrodit yang mengalami perubahan jenis kelamin dari betina menjadi jantan seiring pertambahan usia dan ukuran.

“Jika individu betina tertangkap dalam jumlah besar, maka populasi menjadi tidak seimbang dan terjadi kegagalan dalam proses reproduksi,” imbuh Dosen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University itu.

Dari sisi ekologis, ikan napoleon memiliki peran penting menjaga kesehatan terumbu karang. Hewan ini berfungsi mengendalikan populasi invertebrata laut seperti moluska dan krustasea, serta menjadi indikator lingkungan laut yang sehat.

Baca juga: Jalal Abdul Nasir, 1 Muharram Jadi Momentum Hijrah Ekologis

“Keberadaan mereka sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Jika terumbu karang rusak atau tercemar, populasi ikan napoleon akan langsung terdampak,” jelas dia.

Terancam tambang

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: aktivitas tambangFakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB Universityikan Napoleonterumbu karang

Editor

Next Post
Aksi solidaritas masyarakat Pulau Enggano di Bengkulu, 5 Mei 2025. Foto Dok. AMAN.

DPR Janji Pantau Aksesibilitas Transportasi Masyarakat Adat di Pulau Enggano

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media