Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

DPR Janji Pantau Aksesibilitas Transportasi Masyarakat Adat di Pulau Enggano

Selasa, 1 Juli 2025
A A
Aksi solidaritas masyarakat Pulau Enggano di Bengkulu, 5 Mei 2025. Foto Dok. AMAN.

Aksi solidaritas masyarakat Pulau Enggano di Bengkulu, 5 Mei 2025. Foto Dok. AMAN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menyatakan DPR terus memantau perkembangan polemik yang terjadi di Pulau Enggano, Bengkulu. Salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah persoalan aksesibilitas transportasi, khususnya akibat pendangkalan pelabuhan yang berdampak pada mobilitas masyarakat.

“Yang pertama kami masih memonitor. Pelindo saat ini sedang bergerak mengatasi pendangkalan pelabuhan, dan ada kerja sama juga dari Pelni dan ASDP untuk mengangkut masyarakat dengan kapal yang bisa melayani hingga ke tengah laut,” ujar Dasco kepada wartawan usai menghadiri upacara HUT ke-79 Bhayangkara di Monas, Jakarta, Selasa, 1 Juli 2025.

Menurut Dasco, berbagai pihak termasuk pemerintah daerah, BUMN sektor transportasi, serta tim teknis dari kementerian terkait telah dilibatkan untuk menyiapkan solusi jangka pendek maupun jangka panjang.

Baca juga: Ikan Napoleon, Penjaga Ekosistem Terumbu Karang yang Terancam Tambang

Saat ini, sebuah tim khusus juga tengah menyusun kajian lebih komprehensif terkait langkah-langkah strategis yang perlu diambil untuk meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat di pulau terluar tersebut.

Tim yang dibentuk juga sedang membuat kajian tentang beberapa hal lain yang perlu diperbaiki untuk ke depan, demi kemajuan masyarakat pulau terluar.

Pulau Enggano merupakan salah satu wilayah terluar Indonesia yang memiliki tantangan geografis tersendiri, termasuk dalam hal distribusi logistik dan pelayanan transportasi reguler. DPR, disebut Dasco, akan memastikan bahwa pemerintah tidak abai terhadap kebutuhan infrastruktur dasar di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Baca juga: Jatam Tegaskan Proyek Baterai Kendaraan Listrik di Halmahera Bukan Solusi, Tapi Ecocide

“Kami akan terus dorong agar perbaikan-perbaikan ini bisa dilaksanakan secara konkret dan terukur,” janji Dasco yang turut menyaksikan penandatanganan Inpres 12 Tahun 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto pada 24 Juni 2025.

AMAN kawal inpres

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) akan mengawal Instruksi Presiden (Inpres) Prabowo Subianto Nomor 12 Tahun 2025 tentang Penanganan Keadaan Tertentu untuk Normalisasi Alur Pelayaran Pelabuhan Pulau Baai, Transportasi dan Logistik serta Percepatan Pembangunan di Pulau Enggano yang terisolir sejak Maret 2025.

AMAN minta Inpres 12 Tahun 2025 tersebut bisa cepat dan tepat dilaksanakan agar permasalahan keterisoliran masyarakat adat di Pulau Enggano bisa segera diatasi negara. Mengingat kondisi masyarakat adat di Pulau Enggano saat ini sangat memprihatinkan akibat berhentinya aktivitas transportasi laut ke pulau itu.

Baca juga: Jalal Abdul Nasir, 1 Muharram Jadi Momentum Hijrah Ekologis

Situasi ini semakin memperburuk kehidupan masyarakat adat di Pulau Enggano karena dampaknya sangat nyata terhadap aktivitas perekonomian. Begitu pun layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan terganggu dan ketersediaan pangan semakin kian menipis.

Sekretaris Jenderal AMAN Rukka Sombolinggi menegaskan pelaksanaan Inpres 12 Tahun 2025 sangat dinantikan untuk memastikan negara hadir dalam permasalahan yang dihadapi masyarakat adat di Pulau Enggano.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: AMANDPRInpres 12 Tahun 2025Masyarakat AdatPulau Enggano

Editor

Next Post
Ilustrasi ikan kerapu. Foto webherper/pixabay.com.

Tambang, Limbah dan Hilir Mudik Kapal Tongkang Ancam Ekosistem Ikan Kerapu Raja Ampat

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media