Rabu, 21 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Indonesia Desak Negara Maju Mendanai Pelestarian Keanekaragaman Hayati Dunia

Keanekaragaman hayati banyak terdapat di negara-negara berkembang dan negara-negara maju turut memanfaatkan. Indonesia menagih komitmen negara maju untuk bertanggung jawab mendanai pelestariannya.

Rabu, 21 Desember 2022
A A
Wamen LHK Alue Dohong (kanan) dalam COP-15 CBD di Montreal, Kanada pada 7-19 Desember 2022.Foto ppid.menlhk.go.id

Wamen LHK Alue Dohong (kiri) dalam COP-15 CBD di Montreal, Kanada pada 7-19 Desember 2022.Foto ppid.menlhk.go.id

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK) Alue Dohong menyerukan negara-negara maju untuk melaksanakan tanggung jawab pendanaan bagi negara-negara berkembang dalam upaya melestarikan dan melindungi keanekaragaman hayati dunia. Mengingat tanggung jawab pendanaan yang telah dimandatkan dalam Pasal 20 Konfensi Keanekaragaman Hayati (Convention of Biological Diversity/CBD) sejak 1920 hingga saat ini belum direalisasi.

Seruan itu disampaikan Alue sebagai Ketua Delegasi Indonesia dalam Konferensi Para Pihak ke-15 (Conference of the Parties) dari Konvensi Keanekaragaman Hayati atau dikenal dengan COP-15 CBD di Montreal, Kanada sejak tanggal 7 hingga 19 Desember 2022.

Pertemuan COP-15 berupaya menghasilkan komitmen global untuk melestarikan dan melindungi keanekaragaman hayati dunia serta menjamin penggunaan yang berkelanjutan dan pembagian manfaat yang adil dan seimbang. Tujuan tersebut dicapai melalui penyusunan Kerangka Keanekaragaman Hayati Global (Global Biodiversity Framework/GBF) yang salah satunya mengusulkan penetapan target konservasi atas 30 persen area darat dan laut dunia pada 2030 (30 by 30).

Baca Juga: ESDM Sebut Stok BBM, LPG, Listrik Aman Selama 17 Hari Perayaan Nataru

Berbagai studi menyimpulkan, implementasi GBF membutuhkan pendanaan finansial yang sangat besar mencapai 700 miliar dollar. Indonesia berpotensi memiliki tanggung jawab lebih besar dibandingkan negara maju dalam pelaksanaan target 30 by 30 karena Indonesia merupakan negara berkembang dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia.

“Itu berimplikasi pada beban pembiayaan negara,” kata Alue Dohong.

Sebab target global 30 by 30 sangat bergantung pada kontribusi nyata dari negara-negara mega-biodiversity yang kebanyakan adalah negara berkembang yang memiliki kemampuan fiskal terbatas untuk mendanai implementasi GBF. Di sisi lain, negara-negara ini memiliki hak untuk melakukan pembangunan (right to develop).

Baca Juga: BMKG, Nataru Bertepatan dengan Periode Musim Hujan 2022-2023

Dalam pertemuan tingkat tinggi (High Level Segment) COP-15, Alue menekankan pentingnya seluruh pihak CBD untuk memberlakukan prinsip common but differentiated responsibility (CBDR) dan penerapan kewajiban yang berkeadilan (equity) sebagai prinsip utama yang melandasi pembentukan GBF. Indonesia juga mendukung peran dan tanggung jawab dalam perlindungan keanekaragaman hayati di antara elemen-elemen masyarakat.

“Indonesia tidak bisa menyetujui GBF, apabila prinsip CBDR ini tidak diberlakukan,” tegas Alue Dohong di depan sidang umum yang dihadiri oleh delegasi dari ratusan negara dan observer.

Bagi Indonesia, prinsip CBDR telah menjadi jus cogens (asas dasar) dalam hukum lingkungan internasional. Hal tersebut telah direfleksikan dalam Pasal 20 CBD, Prinsip ke-7 dari Deklarasi Rio serta Persetujuan Paris.

Baca Juga: Sekitar 44,17 Juta Penduduk akan Lakukan Perjalanan untuk Perayaan Nataru

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: COP-15 CBDKerangka Keanekaragaman Hayati GlobalKonfensi Keanekaragaman HayatiKonferensi Para Pihak ke-15negara berkembangnegara majuWamen LHK Alue Dohong

Editor

Next Post
Acara peluncuran program 100 Paket Wisata Nusantara untuk menyambut libur Nataru. Foto kemenparekraf.go.id

Libur Nataru, Kemenparekraf Luncurkan 100 'Pak Wisnu'

Discussion about this post

TERKINI

  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media